BSTF Ciptakan Sari Box untuk Maksimalkan Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Reporter: Ikhwan
Editor: Andika DP
oleh -87 Dilihat
Tukik yang menjalani proses penyerapan yolk pada alat Sari Box. (Foto: Ikhwan)

KabarBaik.co – Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) terus berinovasi membuat alat untuk melestarikan populasi penyu di alam bebas. Inovasi terbaru adalah alat bernama ke Save ari-ari (Sari) Box.

Tujuan dibuatnya alat ini adalah untuk memperkuat daya tahan tubuh tukik sebelum dilepaskan ke laut.

Secara tampilan Sari Box berbentuk kotak dibentuk dari material kayu. Suhu di dalam disesuaikan dengan suhu ruangan. Sari box ini juga didesain dengan kelembapan 90 gram per meter kubik.

Founder BSTF Banyuwangi, Wiyanto Haditanojo mengatakan prinsip kerja Sari Box adalah memaksimalkan tukik untuk menyerap sisa ari-ari atau yolk ke dalam tubuhnya.

Baca juga:  Kenalan via Facebook, Pria Ciamis Gondol Motor dan HP Perempuan Banyuwangi

Dengan penyerapan maksimal maka tukik memiliki cadangan makanan optimal sebelum dilepas ke alam bebas. Jika ari-ari tidak segera diserap, maka bisa membuat tukik tersebut mati.

“Sehingga tukik bisa bertahan hidup hingga empat hari setelah menetas,” kata dia.

Ukuran ari-ari ini berbeda. Ada yang besar, ada juga yang kecil. Menggunakan Sari Box, tukik dengan ari-ari yang berukuran besar dan masih di dalam cangkang telur bisa terserap sempurna sekitar 16 jam. Namun jika sudah terlepas dari cangkang telur bisa terserap sempurna dalam beberapa jam saja.

“Kalau sudah lepas dari cangkang telur, sudah bisa terserap sempurna antara 3 sampai 8 jam,” bebernya.

Baca juga:  Sapa Warga Banyuwangi, Petinggi Demokrat Obral Janji dan Gagasan

Lebih jauh dijelaskan, setelah ari-arinya terserap sempurna, tukik-tukik tersebut segera dilepasliarkan ke laut. Menurutnya, pelepasan tukik ke alam harus dilakukan segera setelah menetas dengan yolk yang sudah terserap sempurna masuk dalam tubuh tukik. Karena tukik ini hanya memiliki cadangan makanan dari ari-arinya maksimal empat hari saja.

Jika sudah berumur lebih dari empat hari, menurut pria yang akrab dipanggil Wiwit ini, tukik harus dirawat dulu sampai tukik ini bisa mencari makan sendiri. Proses ini butuh waktu hingga tukik berusia 10-14 hari.

Baca juga:  Tragis! Curi Kotak Amal di Banyuwangi, Pria Asal Jember Babak Belur Dihajar Warga

“Setelah 10 sampai 14 hari dirawat, tukik sudah bisa dilepasliarkan, karena dia sudah bisa mencari makan sendiri di alam,” pungkasnya.

Sebagai informasi selain Sari Box, BSTF juga telah membuat alat bernama Intan (Inkubasi Buatan). Ada dua alat Intan, yakni model boks dan ruang. Kedua alat itu memiliki prinsip kerja yang sama yakni sebagai inkubasi buatan dengan metode penetasan tanpa pasir.

Hanya yang membedakan adalah kapasitas telur yang ditetaskan. Intan ruang mampu menampung lebih banyak telur ketimbang Intan Box. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.