KabarBaik.co – Pascakerusuhan yang terjadi pada 30 Agustus lalu, Disnaker Kabupaten Kediri menjadi salah satu OPD yang paling terdampak. Sejumlah fasilitas kantor mengalami kerusakan, sementara perangkat elektronik habis dijarah massa.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Kediri Jumadi mengungkapkan kerusakan parah terjadi di lantai satu kantor. Hampir semua perangkat kerja hilang, mulai dari 4 unit komputer PC, 4 laptop, 6 notebook, 2 printer, 2 scanner, hingga televisi.
“Data ketenagakerjaan, termasuk pencari kerja pemohon AK1 dan rekomendasi PMI, ikut terdampak karena sebagian tersimpan di perangkat yang dibawa,” jelas Jumadi, Sabtu (13/9).
Meski kehilangan banyak fasilitas, Disnaker memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti. Hanya sehari setelah kerusuhan, layanan pembuatan AK1, rekomendasi penempatan PMI, hingga pengesahan perjanjian kerja tetap berjalan.
“Kami harus tetap melayani karena banyak masyarakat datang dari kecamatan jauh. Kasihan kalau pulang tanpa mendapat pelayanan,” tambahnya.
Kendala tetap dihadapi, salah satunya akses internet yang belum pulih sehingga petugas menggunakan jaringan pribadi. Untuk sementara, Disnaker mendapat bantuan dua laptop dari BKAD agar pelayanan tetap bisa berlangsung.
Saat ini, beberapa bagian OPD lain juga menumpang di gedung Disnaker, seperti Bagian Perencanaan Keuangan, Bagian Hukum, Bagian Organisasi, serta dua Asisten Sekda.
Di tengah keterbatasan, Jumadi menegaskan pihaknya berkomitmen penuh menjaga pelayanan publik.
“Kami tetap melayani sebaik mungkin dengan fasilitas yang ada,” pungkasnya. (*)








