KabarBaik.co, Blitar – Proyek revitalisasi Pasar Legi Kota Blitar dipastikan belum memasuki tahap pekerjaan fisik. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam proses pengadaan dan revisi dokumen perencanaan di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Blitar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Parminto mengatakan revisi dokumen masih dilakukan oleh tim ahli sebelum proyek dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
“Pemeliharaan atau revitalisasi Pasar Legi masih proses pengadaan di BLP. Saat ini masuk tahap revisi dokumen perencanaan oleh tim ahli,” ujarnya, Selasa (9/6)
Menurut Parminto, proses revisi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan dokumen perencanaan telah sesuai sebelum masuk tahap tender. Karena itu, pihaknya masih menunggu seluruh tahapan administrasi selesai.
Jika proses berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik revitalisasi Pasar Legi diperkirakan baru bisa dimulai pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang.
“Kalau proses revisi dokumen dan tender berjalan lancar sesuai schedule, pengerjaan fisik Pasar Legi paling cepat akhir Juli atau awal Agustus 2026,” katanya.
Sementara itu, revitalisasi Pasar Pahing dan Pasar Pusat Kuliner diproyeksikan lebih dahulu memasuki tahap pekerjaan fisik. Saat ini kedua proyek tersebut juga masih menjalani revisi dokumen perencanaan setelah dilakukan penyempurnaan oleh konsultan perencana.
Setelah dokumen dinyatakan final, proses akan dilanjutkan dengan pengadaan hingga penandatanganan kontrak pekerjaan.
“Pasar Pahing dan Pasar Pusat Kuliner juga masih proses revisi dokumen perencanaan di BLP. Setelah perbaikan dokumen dari konsultan perencana, baru dilanjutkan proses pengadaan sampai kontrak,” jelasnya.
Berdasarkan timeline yang telah disusun, pekerjaan fisik revitalisasi Pasar Pahing dan Pasar Pusat Kuliner diperkirakan dapat dimulai lebih cepat dibanding Pasar Legi, yakni pada akhir Juni mendatang.
Parminto berharap seluruh tahapan administrasi dan pengadaan berjalan lancar sehingga revitalisasi pasar dapat segera direalisasikan. Menurutnya, perbaikan fasilitas pasar dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di dalamnya.
“Kami berharap seluruh proses berjalan sesuai jadwal sehingga pekerjaan fisik bisa segera dilaksanakan dan manfaatnya dapat dirasakan pedagang serta masyarakat,” pungkasnya. (*)








