Dukung Ketahanan Pangan, Kodim se-Jatim Diminta Dampingi Petani Tingkatkan Hasil Panen

oleh -118 Dilihat
kodam v brawijaya
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Mayjen TNI Rafael Granada Baay saat jumpa pers ke wartawan disela Apel Komandan Satuan di Banyuwangi.

KabarBaik.co – Kodam V/Brawijaya mencanangkan program untuk mendukung ketahanan pangan nasional di Jawa Timur. Salah satu langkahnya adalah optimalisasi persawahan jagung dan padi.

Setiap Kodim di Jawa Timur diminta mendampingi petani untuk meningkatkan hasil panen. Program ketahanan pangan ini seiring kerjasama TNI AD dan Kementerian Pertanian.

Agendanya, TNI AD akan mendampingi petani dalam pengolahan lahan. Termasuk, dukungan sarana pengairan. Wilayah Jatim mendapat perhatian khusus lantaran wilayah pertaniannya yang luas dan menjadi daerah penghasil padi terbesar di Indonesia.

Luas sawah tadah hujan di Jatim mencapai 498.888 hektar. Namun, panennya hanya setahun sekali. Dari jumlah ini baru 36.000 hektar yang termanfaatkan.

“Kondisi El Nino pasca-Juli cukup rawan dalam pengembangan sawah. Ini yang TNI AD damping ke petani untuk optimalisasi lahan. Harapannya, bisa panen 2-3 kali setahun,” kata Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay disela membuka Apel Komandan Satuan (AKS) di GOR Tawangalun, Banyuwangi, Selasa (21/5).

Salah satu pendampingan jajaran TNI ke petani adalah program pompanisasi dan pipanisasi. Kegiatan ini sudah berjalan di sejumlah titik. Khususnya, di wilayah aliran Sungai Brantas dan Bengawan Solo. Sehingga, pasokan air ke persawahan tetap lancar, meski di musim kemarau.

Kodam Brawijaya juga bekerjasama dengan Balai Besar Sungai untuk membantu suplai air ke wilayah persawahan.

“Harapannya, dengan suplai air ini, kitab isa optimalisasi persawahan sebelum El Nino. Sehingga, petani bisa tanam kedua,” jelas Pangdam.

Saat ini, sedikitnya 400 titik pompa sudah terpasang di wilayah Jatim. Terbaru, Kementan juga mendukung jajaran TNI untuk pendampingan di wilayah Jatim.

“Tentunya, ini akan menghidupkan petani. Kami perintahkan Dandim bersama masyarakat, setiap wilayah bisa tanam jagung hingga 200 hektar,” tegas Jenderal bintang dua ini.

Pihaknya berharap program pendampingan petani yang digelar TNI AD bisa mendongkrak produksi beras. Sehingga, surplus pangan bisa terwujud dan mengurangi impor.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.