KabarBaik.co, Blitar – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah berdampak pada sejumlah program di daerah, termasuk pengadaan koleksi baru di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Blitar. Tahun ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Blitar memutuskan menunda belanja buku baru dan memaksimalkan koleksi yang sudah tersedia.
Kepala Disperpusip Kota Blitar Juyanto mengatakan saat ini Perpusda Kota Blitar memiliki sekitar 5.000 judul buku yang dapat diakses masyarakat. Namun, pembaruan koleksi yang biasanya dilakukan secara berkala belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran.
“Tahun ini memang agak kerepotan untuk memasukkan buku-buku baru karena terganjal efisiensi. Kondisi ini juga dialami banyak daerah. Karena ada kebijakan efisiensi, kami menyesuaikan dan sementara menunda pengadaan buku baru,” ujarnya, Selasa (9/6)
Padahal pada tahun sebelumnya, Disperpusip masih mengalokasikan anggaran belanja modal buku umum sebesar Rp64,7 juta yang bersumber dari dana transfer umum-dana alokasi umum (DTU-DAU).
Meski tidak ada pengadaan baru melalui APBD, pihaknya berupaya menjaga penambahan koleksi dengan memanfaatkan hibah buku dari masyarakat maupun penulis.
“Untuk sementara kami mengandalkan hibah. Baik dari masyarakat umum maupun para penulis yang bersedia menyumbangkan karyanya ke perpustakaan,” katanya.
Menurut Juyanto, langkah tersebut dilakukan agar koleksi perpustakaan tetap bertambah meski tidak ada belanja buku baru. Di sisi lain, proses penyiangan atau penyortiran buku lama yang sudah rusak maupun kurang diminati pembaca tetap dilakukan untuk menjaga kualitas koleksi.
“Kami berharap koleksi yang ada tetap bisa dimanfaatkan masyarakat dan aktivitas literasi tetap berjalan dengan baik meskipun tahun ini belum ada pengadaan buku baru,” pungkasnya. (*)







