KabarBaik.co – Fenomena panas menyengat melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa intensitas panas di wilayah ini tergolong tinggi dan terasa sangat menyengat, khususnya pada siang hari.
Berdasarkan informasi dari media sosial resmi BMKG, fenomena panas ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung sepanjang hari hingga akhir November 2025. Salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara ini adalah gerak semu matahari atau kulminasi, yakni peristiwa ketika posisi matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sebelum bergerak ke selatan.
Biasanya fenomena ini terjadi pada periode September hingga Oktober setiap tahunnya. Pantauan visual pada Sabtu (13/10) pukul 12.01 WIB menunjukkan bahwa paparan sinar matahari terasa sangat menyengat di kulit, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka.
Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, heatstroke (serangan panas), hingga kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan.
Menurut data situs Weatherspark, rata-rata musim panas di Bojonegoro berlangsung sekitar 2,1 bulan, mulai 3 September hingga 5 November, dengan suhu tertinggi harian mencapai rata-rata di atas 34°C. Bulan terpanas dalam setahun biasanya terjadi pada Oktober, dengan suhu terendah sekitar 25°C dan tertinggi mencapai 34°C.
Sementara itu, musim dingin di Bojonegoro diperkirakan berlangsung selama 3,2 bulan, dari 17 Desember hingga 22 Maret, dengan suhu harian rata-rata di bawah 32°C. Bulan terdingin umumnya terjadi pada Januari, dengan suhu terendah 24°C dan tertinggi 31°C.
Menyikapi kondisi cuaca ekstrem ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Bojonegoro agar membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada jam-jam puncak panas antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB,” ujar Agus Purnomo, Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Senin (13/10).
Agus mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih secara berkala guna mencegah dehidrasi, serta menghindari minuman berkafein, beralkohol, atau terlalu manis yang dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.
“Gunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, dan perhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan penyakit kronis. Jangan pernah meninggalkan siapa pun di dalam mobil yang terparkir, karena suhu di dalam mobil bisa meningkat sangat cepat,” tegasnya. (*)






