FKDT Kota Kediri Soroti Kebijakan Full Day School

oleh -108 Dilihat
5b32a325 b6cc 488a 8703 793798db1916
Seminar pendidikan yang digelar FKDT Kota Kediri. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyyah (FKDT) Kota Kediri menggelar seminar pendidikan Diniyyah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang dilakukan di Aula Joyoboyo Balaikota Kediri, kemarin.

Seminar ini mengusung tema “Peran Aktif Pendidikan Diniyyah di Era Globalisasi” dengan menghadirkan narasumber KH. Adibussholeh Anwar selaku Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.

Fahrur Rozy, Sekretaris DPC FKDT Kota Kediri mengatakan acara ini untuk memperkuat tali silaturahim sekaligus meningkatkan kapasitas guru-guru dan kepala madrasah dalam lingkup pengetahuan tentang pendidikan keagamaan.

“Jadi pendidikan keagamaan selama ini ternyata memang menjadi tolak ukur maupun menjadi benteng terakhir untuk generasi bangsa dan alhamdulillah di Kota Kediri sudah ada madrasah diniyah, TPQ, majelis taklim,” ucapnya.

Fahrur mengungkapkan saat ini mengalami kendala dengan adanya kebijakan 5 hari sekolah atau full day school yang membuat para siswa pulang sore.

“Itu tadi sudah dikeluhkan oleh peserta dan juga kita kompak nanti insya Allah hasil dari seminar ini akan kita sampaikan kepada pihak terkait dan akan kita tindak lanjuti terus,” tambahnya.

Sementara itu, KH. Adibussholeh Anwar mengatakan bila pendidikan karakter itu sangat penting serta tidak cukup hanya dengan teori atau materi, tetapi harus diajarkan oleh guru madin.

Senada, Gus Adib juga berharap dengan adanya kebijakan fulldayschool yang sangat merugikan terhadap madrasah diniyah ini, Gus Adib berharap bisa memaksimalkan peran Madrasah diniyah dalam mendidik siswa dari sisi keagamaan.

“Karena kalau cuma mengandalkan pendidikan keagamaan di sekolah formal masih sangat kurang, jauh dari harapan ya. Hanya saja terbentur dengan regulasi full day school yang ketika anak itu pulang 3.00 WIB sampai rumah tinggal capeknya. Ini jelas enggak mungkin mau sekolah diniyah, Ini kan keprihatinan kita bersama. Kita berharap bisa dievaluasi tapi dirubah,” tambah Gus Adib. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama


No More Posts Available.

No more pages to load.