Kaji Ulang Potensi Medali, Begini Strategi KONI Jatim di PON Aceh-Sumut

Editor: Dian Kurniawan
oleh -110 Dilihat
Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil. (Foto: istimewa/Kominfo Jatim)

KabarBaik.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengkaji ulang target perolehan medali yang bisa diraih pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara. Posisi peringkat Jatim dari tiga kali perhelatan pesta olahraga terbesar yang diikuti oleh seluruh provinsi di tanah air itu selalu naik turun.

Pada PON XVIII/2012 Riau dengan perolehan 86 emas, 86 perak dan 84 perunggu membuat Jatim berada di posisi ketiga. Pada PON XIX/2016 Jawa Barat, Jatim bertengger di posisi kedua dengan meraih 132 medali emas, 138 perak dan 134 perunggu. Sementara di gelaran PON XX/2021 Papua, peringkat Jatim merosot ke tangga ketiga setelah mengumpulkan 110 emas, 89 perak dan 88 perunggu.

Untuk itu, KONI Jatim pun mulai berhitung peluang medali di PON XXI/2024. Hal ini dilakukan setelah KONI Jatim melakukan persiapan untuk masing-masing cabang olahraga (cabor) secara terprogram dan terencana selama dua tahun terakhir.

Baca juga:  Persiapkan Porprov IX/2025, KONI Jatim akan Verifikasi Venue

“Dari persiapan yang sudah kita lakukan, kami akan menghitung ulang target perolehan medali dalam perspektif KONI Jatim. Dalam hal ini Puslatda, Bapel Puslatda dan Binpres (Bidang Pembinaan dan Prestasi),” ujar Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil dalam keterangan resminya, Kamis (13/6).

Setelah hitung ulang peluang perolehan medali dilakukan, KONI Jatim akan mengonfirmasi kepada masing-masing cabor untuk mengetahui berapa potensi medali yang bisa mereka dapatkan.

“Dari sini akan diketahui, apakah sama (potensi perolehan medali) atau lebih besar, atau mendekati sama antara perspektif KONI Jatim dengan cabor,” ungkap Nabil.

Baginya, pencocokan dan menyamakan cara berpikir antara KONI Jatim dan cabor ini penting. Karena dari kesamaan cara berpikir ini, KONI Jatim bisa mengetahui apa saja yang perlu ditingkatkan agar target medali bisa terealisasi.

Baca juga:  Apresiasi Atlet dan Insan Olahraga, KONI Jatim Award Digelar

“Misalnya, (cabor) yang masih perlu mengejar medali emas, kita maksimalkan cara latihannya bagaimana, kemudian strategi-strategi yang harus dipersiapkan bagaimana, kita instruksikan kepada cabor masing-masing,” jelas Nabil.

“Tak hanya menghitung ulang, untuk memastikan Puslatda Jatim berjalan sesuai dengan treknya, KONI Jatim akan meningkatkan intensitas peninjauan secara langsung latihan atlet Puslatda di masing-masing cabor,” tambahnya.

Hal ini untuk mengetahui secara riil sejauh mana kesiapan setiap cabor, terkait apa saja kendala mereka, apa yang musti direspons dan diantisipasi oleh KONI Jatim, atau apa saja yang bisa dilakukan KONI untuk membantu cabor mengatasi masalah dan kendala yang mereka hadapi.

“Jadi, tahapan itu yang akan kita lakukan sementara ini,” tuturnya.

Guna mewujudkan target tersebut, tak sedikit cabor yang saat ini bersiap menjalani try out ke luar negeri.

Baca juga:  Karateka Jatim Ladeni Timnas Korsel, Latih Tanding untuk Asah Mental Jelang PON 2024

“Try out ini targetnya memperkuat posisi medali emasnya, meningkatkan yang perak menjadi emas, atau membuat satu nomor itu secara ideal dan kita akan mengunci Jatim all final. Itu yang kita inginkan,” ujar Nabil.

Harapannya, KONI Jatim bisa mengantisipasi sekaligus mengupdate potensi perolehan medali. Kalau yang kecepatan bedasarkan latihan, kalau kekuatan itu seberapa berat beban yang bisa diangkat.

Sementara untuk nomor yang tidak terukur itu ada beberapa variabel, salah satunya kelenturan. Karena itu, KONI Jatim menyarankan atlet-atlet Puslatda untuk menjalani tes prestasi dengan melibatkan wasit juri nasional yang akan menjadi wasit juri di PON, untuk memberikan evaluasi kepada KONI Jatim dan merekomendasi apa yang harus ditambahkan dan dilakukan untuk meningkatkan performa atlet agar bisa memenuhi target medali. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.