KabarBaik.co, Sidoarjo – Rencana pembangunan flyover Gedangan, Sidoarjo mulai bergerak. Tahapan sosialisasi hingga pembebasan lahan kini berjalan sebagai langkah awal Pemkab Sidoarjo mengurai kemacetan kronis di jalur Waru–Buduran.
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, mengapresiasi langkah Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo yang mulai serius merealisasikan proyek tersebut. Namun, ia mengingatkan agar pembangunan flyover tidak dilakukan tanpa menuntaskan frontage road terlebih dahulu.
Menurutnya, jalan pendamping itu wajib selesai lebih dulu agar bisa menjadi jalur alternatif saat pengerjaan fisik flyover dimulai. Jika tidak, kemacetan di koridor Waru hingga Buduran dipastikan semakin semrawut.
“Logikanya, ketika flyover dibangun, frontage road harus sudah tersambung. Jadi masyarakat masih punya jalur alternatif,” ujar Abdillah Nasih pada KabarBaik.co, Minggu (24/5).
Ia menyebut progres frontage road selama ini terkesan jalan di tempat. Padahal proyek tersebut sudah lama menjadi pekerjaan rumah Pemkab Sidoarjo.
Sejumlah titik krusial seperti Kedungrejo dan Desa Waru disebut masih menjadi hambatan utama. Mulai persoalan pemindahan makam dan masjid hingga irisan lahan dengan PT KAI maupun perusahaan swasta.
Karena itu, DPRD meminta Dinas PU bergerak lebih cepat mencari solusi. Bahkan Komisi C DPRD siap membuka hearing bersama pihak terkait hingga mengawal koordinasi ke kementerian bila diperlukan.
“Kalau frontage road belum selesai lalu flyover dikerjakan, yang terjadi justru penumpukan kendaraan di mana-mana. Jangan sampai masyarakat malah semakin lama terjebak macet,” tegasnya.
Di sisi lain, flyover Gedangan memang sudah lama dinanti masyarakat. Proyek ini diharapkan mampu mengakhiri kemacetan parah yang selama ini membuat kawasan Gedangan kerap dijuluki ’wisata jeglongan sewu’.
Abdillah Nasih juga mengingatkan proses pembebasan lahan harus dilakukan transparan dengan melibatkan masyarakat, pihak swasta dan seluruh stakeholder terkait.
“Pembangunan ini kebutuhan bersama. Maka komunikasi dengan warga harus dibuka sejak awal supaya tidak muncul persoalan baru di kemudian hari,” pungkasnya.
DPRD berharap seluruh kendala frontage road bisa dituntaskan pada 2026 agar pembangunan flyover Gedangan nantinya tidak memunculkan masalah baru di lapangan.(*)








