KabarBaik.co – Ns. Olifia Nafa Jelita, alumni Fakultas Keperawatan Universitas Jember (Unej) angkatan 2017 membagikan kisah perjuangannya bisa sukses bekerja di luar negeri dalam kegiatan Webinar tahunan FKEP yang bertajuk AGROPENA 2025.
Olifia yang kini berkarir sebagai perawat ICU di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, Arab Saudi memulai perjalanan kariernya di RS Al-Huda, Banyuwangi, pada Juli hingga September 2023. Setelah meraih kelulusan profesi Ners pada Mei 2023, ia memutuskan untuk mencari tantangan baru di tingkat global.
Keberaniannya membuahkan hasil, dan sejak tahun 2023, Olifia telah berdedikasi sebagai perawat di rumah sakit terkemuka di Makkah.
Olifia menjelaskan langkah-langkah yang harus dilalui untuk dapat bekerja di Arab Saudi, mulai dari pendaftaran BSTC, pengurusan dokumen (termasuk Jakarta), tes, hingga wawancara.
“Tes yang perlu disiapkan antara lain basic english, tes tulis yang meliputi 100 soal dasar keperawatan, dan juga Prometric Saudi Council. Tes-tes ini overall cukup mudah ditempuh oleh kita. Proses keberangkatan dan pengurusan dokumen visa serta terjemahan dokumen memakan waktu sekitar 1 bulan, dengan fasilitas tempat tinggal gratis yang disediakan di Jakarta.” Jelas Olifia, Rabu (25/6).
Ia juga menyoroti berbagai keuntungan bekerja Arab Saudi beberapa di antaranya meliputi pengalaman kerja internasional, peningkatan keterampilan dan mental, kesempatan melaksanakan ibadah Umrah dan Haji.
“Teamwork di sini sangat kuat. Walaupun orang-orang dari mancanegara, tetapi tidak sungkan dan tidak malu untuk terus bertanya dan berbagi banyak ilmu. Di sana, kami bisa melakukan learning by doing di ICU, termasuk bagi fresh graduate,” ungkapnya.
Lokasi tempat tinggalnya yang hanya 15 menit dari Masjidil Haram memungkinkan Olifia untuk rutin melakukan umrah saat hari libur. Akomodasi dan transportasi juga sepenuhnya gratis, diantar oleh bus rumah sakit. Selain itu, suplai bulanan seperti susu, telur, dan buah-buahan juga diberikan secara cuma-cuma.
“Gambaran keseharian saya hanyalah home-work-Al Haram. Sesekali memang homesick, namun mudah terobati dengan healing ke Masjidil Haram yang dapat ditempuh hanya 15 menit,” tambahnya.
Olifia juga memberikan tips berharga tentang bagaimana beradaptasi di lingkungan baru, yaitu dengan menjadi pribadi yang rendah hati dan ramah, suka menolong, percaya diri, menghormati keragaman, dan menghormati budaya setempat.
“Hidup adalah pilihan. Segalanya bergantung pada diri kita sendiri. Tuhan akan membimbingmu ketika kamu siap mengambil konsekuensi. Yang terpenting juga adalah doa restu orang tua dan keluarga,” papar Olifia.
Kesuksesan Olifia ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh mahasiswa, khususnya calon tenaga kesehatan, untuk berani melangkah lebih jauh, tidak ragu meraih impian global, serta senantiasa membawa nama baik almamater dan bangsa di mana pun mereka berkarya. (*)







