Kisah Wahyu Pemuda Difabel Banyuwangi yang Memiliki Hobi Naik Gunung

Reporter: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra
oleh -759 Dilihat
Wahyu saat mendaki di Gunung Ijen.

KabarBaik.co – Difabel kerap kali mendapat stigma lemah sehingga dilihat berbeda dari manusia pada umumnya. Stigma itu dibantah Wahyu Riyanto pemuda asal Desa Kabat, Banyuwangi.

Terlahir tanpa kedua lengan, dia justru memiliki hobi unik nan ekstrem yakni mendaki gunung. Pemuda kelahiran tahun 1994 ini kerap membagikan momen mendaki gunung di akun instagram @wahyuuri_ miliknya.

Salah satunya saat mendaki di Kawah Ijen yang terkenal dengan fenomena alam Blue Fire dengan ketinggian 2769 Mdpl.

Kecintaan Wahyu pada kegiatan ekstrem dimulai sejak tahun 2013 saat ia masih SMA. Sejak saat itu, ia telah mendaki Kawah Ijen sebanyak 8 kali dan Gunung Meranti 3 kali.

Baca juga:  Dua Perahu Nelayan Banyuwangi Terbalik Dihantam Ombak

Meskipun memiliki keterbatasan fisik, pemuda lulusan Sarjana Komputer ini selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan matang sebelum mendaki. Ia melakukan pemanasan seperti lari kecil untuk mengatur napasnya.

Dalam pendakian di Ijen, Wahyu berangkat pukul 2.20 WIB agar dapat mencapai puncak sebelum matahari terbit.

“Bagi saya, difabel bukan berarti tidak mampu melakukan kegiatan tertentu. Justru keterbatasan ini membuat saya semakin bersyukur atas nikmat Tuhan dan merasakan betapa indahnya alam ini,” ungkap Wahyu.

Baca juga:  Angka Anak Tidak Sekolah di Banyuwangi Paling Rendah se-Jatim

Kisah inspiratif Wahyu ini telah menarik perhatian banyak orang di media sosial. Netizen kagum dengan semangatnya dan termotivasi untuk tidak menyerah dengan keterbatasan. Wahyu pun berharap kisahnya dapat memotivasi difabel lain untuk mengejar mimpi mereka.

“Saya ingin pesan kepada teman-teman difabel di luar sana, jangan pernah patah semangat. Kita bisa melakukan apapun yang kita mau asalkan kita yakin dan berusaha keras,” pesan Wahyu.

Baca juga:  Film Ajian Jaran Goyang Banyuwangi, Menguak Dampak Pelet Pengasih yang Dahsyat dan Mengerikan

Wahyu adalah contoh bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk mencapai mimpi. Semangatnya yang pantang menyerah dan rasa syukur atas nikmat Tuhan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

“Saya ingin mencoba hal baru lainnya seperti snorkling dan diving. Ini merupakan hal seru yang bakal menjadi pengalaman pertama saya. Dulu juga sudah pernah mencoba olahraga sepatu roda,” pungkas Wahyu.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.