Longsor Kembali Terjadi di Jalur Malang-Kediri, Akses Jalan Ngantang Ditutup Separuh

oleh -109 Dilihat
IMG 20260129 WA0012 1
Titik longsor akses jalur Malang-Kediri saat ini diberikan batas tali kuning untuk menghindari kecelakaan. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Jalur utama penghubung Malang-Kediri kembali diterjang bencana tanah longsor. Kali ini longsor terjadi di ruas Jalan Raya Provinsi Malang-Kediri, tepatnya di wilayah Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (28/1) dini hari.

Peristiwa longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras sejak pukul 00.30 WIB. Tembok penahan tebing dengan ketinggian sekitar lima meter dan panjang kurang lebih 15 meter ambrol ke badan jalan, menyebabkan separuh ruas jalan tertutup material longsoran.

Selain itu, badan jalan juga dilaporkan mengalami amblesan dan retakan. Akibat kondisi tersebut, akses jalan dibatasi dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Skema buka tutup jalan diberlakukan guna mengantisipasi risiko kecelakaan dan ancaman longsor susulan yang masih tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, kondisi jalan sangat membahayakan pengendara, terutama jika hujan kembali turun.

“Separo ruas jalan retak dan ambles, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan. Ancaman longsor susulan masih tinggi, apalagi jika hujan deras turun lagi. Sebaiknya masyarakat menghindari jalur ini terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (29/1).

BPBD Kabupaten Malang saat ini terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Jawa Timur untuk penanganan dan perbaikan infrastruktur jalan, mengingat ruas tersebut merupakan jalan provinsi yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, material longsoran yang masih berada di badan jalan membuat kawasan tersebut dinilai rawan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

BPBD juga mengingatkan bahwa Kabupaten Malang masih berada dalam status tanggap darurat waspada bencana hidrometeorologi yang telah ditetapkan sejak 1 November 2025 dan diprediksi berlangsung hingga 1 Maret 2026 mendatang.

Untuk itu, masyarakat dan pengguna jalan diimbau tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menggunakan jalur alternatif demi keselamatan perjalanan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.