KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Indospring Tbk resmi meluncurkan program Guru Sinau Industri (GSI) atau magang guru, Jumat (12/9). Program ini bertujuan memperkecil disparitas antara materi pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata dunia industri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik sekaligus Ketua TKDV, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan pentingnya guru SMK memiliki pengalaman langsung di industri agar bisa menularkan ilmu yang relevan kepada siswa.
“Dari temuan di lapangan, ada disparitas antara apa yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri. Karena itu, kita punya pandangan untuk bagaimana ‘menyekolahkan’ guru sehingga nantinya mereka bisa mengajarkan siswanya dengan tepat. Cara ini efektif dan efisien, serta diharapkan dapat mendorong penyesuaian kurikulum sekolah dengan teknologi terkini di industri,” ujarnya.
Sekda juga mengapresiasi PT Indospring yang membuka ruang kolaborasi. Ia berharap semakin banyak perusahaan di Gresik yang bersedia terlibat sehingga kualitas lulusan SMK semakin meningkat.
Direktur PT Indospring, Bob Budiono, menambahkan bahwa lahirnya GSI dilatarbelakangi adanya perbedaan budaya sekolah dan industri. “Selain budaya, guru juga harus memahami perkembangan teknologi yang berjalan pesat. Guru adalah penyokong negara dalam bidang pendidikan. Karenanya, melalui GSI kami tidak hanya berbagi pengalaman industri, tetapi juga belajar dari budaya dunia pendidikan,” jelasnya.
Program GSI diikuti 62 guru dari 61 SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Gresik. Mereka akan menjalani tiga tahap pelatihan, masing-masing terdiri dari 12 batch dengan lima peserta per batch dan durasi lima hari kerja. Evaluasi dilakukan di setiap tahap untuk memastikan kompetensi sebelum melanjutkan.
Kurikulum GSI meliputi budaya kerja, proses produksi, teknologi industri, keselamatan kerja, supply chain management, hingga mekanika robotika. Pelaksanaan mengadopsi metode internasional 4M (Menyiapkan, Merencanakan, Melaksanakan, dan Menyelesaikan) dengan instruktur bersertifikat hasil kerja sama KADIN Jawa Timur dan IHK-Trier Jerman.
Dalam kesempatan yang sama, juga diserahkan sertifikat BNSP P3 Skema Welder 3G kepada 23 siswa SMK lulusan 2024.(*)








