Perkuat Benteng Rupiah, BI Perdalam Keamanan Uang Lewat Currency Academy Global

oleh -145 Dilihat
IMG 20260117 WA0007
Gedung Bank Indonesia

KabarBaik.co – Bank Indonesia (BI) terus memperkokoh benteng pertahanan rupiah di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan global. Setelah uang kertas rupiah emisi 2022 meraih penghargaan Best New Series dari International Association of Currency Affairs (IACA) dan dinobatkan sebagai salah satu uang kertas paling aman di dunia, BI kembali melangkah lebih jauh melalui program Currency Academy.

Program pelatihan lanjutan ini dirancang untuk memperdalam keahlian pengelolaan dan keamanan uang tunai, sekaligus memperluas pemahaman terhadap tren global serta inovasi teknologi dalam siklus uang kertas. Pada akhir 2025, Currency Academy digelar melalui kolaborasi BI dengan mitra teknologi sekuriti dan percetakan uang ternama di Eropa, antara lain SICPA, Landqart, dan Koenig & Bauer Banknote Solutions.

Tak sekadar pelatihan teknis, Currency Academy menegaskan komitmen BI dalam menjaga integritas dan kedaulatan rupiah.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi bank sentral untuk memastikan ketahanan mata uang nasional, melestarikan nilai budaya, serta menopang stabilitas sosial dan ekonomi di era keuangan modern.

Dalam program tersebut, peserta dari Departemen Pengelolaan Uang BI mempelajari teknologi keamanan uang secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

Materi pelatihan mencakup inovasi substrat kertas di Landqart, teknologi tinta sekuriti serta analisis forensik di laboratorium SICPA, hingga perkembangan mutakhir teknologi pencetakan uang kertas bersama Koenig & Bauer.

Selain pembelajaran teknis, peserta juga terlibat dalam diskusi strategis mengenai masa depan uang tunai di tengah akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Fokus pembahasan meliputi adopsi teknologi keamanan terbaru, penguatan keberlanjutan melalui riset dan pengembangan (R&D), serta upaya meningkatkan efisiensi sistem uang tunai nasional.

“Currency Academy memperkuat kemampuan kami dalam menjaga integritas rupiah dengan memperdalam pemahaman terhadap tren global uang tunai, teknologi keamanan, dan praktik berkelanjutan,” ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muhammad Anwar Bashori, dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1).

Ia menegaskan, inisiatif ini mencerminkan komitmen BI terhadap inovasi dan kolaborasi lintas negara agar rupiah tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh SICPA. Regional Managing Director Asia Pacific SICPA SA sekaligus Presiden Direktur PT SICPA-PERURI Securink, David Burke, menyebut kolaborasi tersebut mencakup seluruh siklus uang tunai.

“Kami bangga mendukung Bank Indonesia melalui Currency Academy, mulai dari teknologi substrat dan tinta hingga fitur keamanan canggih. Tujuannya membantu bank sentral mengadopsi solusi mutakhir yang memperkuat keamanan uang kertas, efisiensi operasional, dan kedaulatan nasional,” ujar Burke.

Sebagai program kolaboratif BI dan SICPA, Currency Academy dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mendorong alih teknologi, serta mempercepat inovasi melalui kemitraan publik-swasta. Ke depan, program ini diharapkan memberi dampak positif bagi efisiensi biaya, keberlanjutan, serta stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.