KabarBaik.co, Surabaya – Belasan warga di Jalan Sido Kapasan, Sidodadi, Simokerto, Surabaya, kercunan massal. Sebanyak 15 orang dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap hidangan hajatan pada Selasa (31/3).
Peristiwa ini bermula saat warga mengonsumsi nasi kotak dengan menu ayam, telur, dan mi. Namun, efek racun tidak langsung bereaksi. Gejala hebat baru dirasakan warga secara serentak pada keesokan harinya.
Gejala Akut dan Kondisi Korban
Salah satu korban, Muhammad Imron Rosidi, mengaku mulai merasakan pusing hebat pada Rabu pagi hingga sulit menggerakkan anggota tubuh.
“Pagi hari sudah mulai pusing, besoknya tanggal satu itu. Sulit untuk gerak, sakit banget. Baru setelah itu diare parah. Bahkan keponakan saya sampai buang air besar darah,” ujar Imron saat ditemui, Sabtu (4/4).
Korban lain, Syamsuri, sempat mencoba melakukan pertolongan pertama dengan meminum air kelapa hijau. Namun, upaya tersebut gagal meredakan mual dan diare yang terus menyerang kondisi fisiknya.
Data dan Penanganan Medis
Berdasarkan data Command Center 112 Surabaya, tercatat 15 warga menjadi korban, termasuk anak-anak. Komandan Kompi B BPBD Kota Surabaya, Tito Sumarsono, menyatakan laporan baru diterima pihak berwenang pada Sabtu (4/4) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
“Informasi dari RT ada 15 orang; 3 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara 12 lainnya menjalani rawat jalan,” terang Tito.
Kondisi Terkini
Hingga Sabtu siang, suasana di kawasan Sido Kapasan masih dalam pantauan ketat petugas. Satu warga yang kondisinya kian melemas terpaksa dievakuasi menggunakan ambulans ke puskesmas terdekat untuk perawatan darurat.
Pihak berwenang kini tengah melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Sampel sisa makanan dari hajatan tersebut akan diuji laboratorium guna memastikan penyebab pasti kontaminasi yang memicu keracunan massal ini. (*)






