Siapa Juara Piala Eropa 2024? Superkomputer Opta Jauh Hari Sudah Memprediksi

Editor: Hardy
oleh -1258 Dilihat

KabarBaik.co- Gempita Piala Eropa 2024, kini tinggal menyisakan empat tim. Berjibaku hingga akhirnya mereka berhasil lolos ke babak semifinal. Yakni, Spanyol, Prancis, Inggris, dan Belanda. Empat negara itu berebut juara. Menjadi yang terunggul kiblat sepak bola di Benua Biru. Euforia dan kepiluan di mana-mana. Selalu berjalan berseiring.

Sejak digelar pada Sabtu (15/6) dini hari WIB, sebanyak 24 tim terbaik Eropa berjuang hidup mati. Tujuannya satu: Lolos ke babak-babak berikutnya. Drama-drama dan kejutan terjadi. Keberuntungan juga mewarnai. Namun, layaknya sebuah turnamen, mesti harus ada yang tersingkir. Angkat koper lebih cepat, pulang ke negara asal masing-masing.

Pun demikian dengan timnas Jerman. Sebagai tuan rumah, sejatinya warga dan pendukungnya di seluruh dunia menaruh harapan besar agar bisa mengakhiri paceklik juara. Namun, toh De Mannschaft—julukan timnas Jerman—di bawah pelatih Julian Nagelsmann gagal menjawabnya. Dikandaskan Spanyol pada perempatfinal dengan skor 2-1. Kali terakhir, Jerman juara di Piala Eropa pada 1996 dan juara Piala Dunia 2014 silam.

Baca juga:  Spanyol 3-0 Kroasia: Bantai! Penegasan Kekuatan La Furia Roja

Begitu pula Turki. Banyak publik bola dunia meramal bakal menjadi salah satu tim kejutan. Seperti timnas Yunani 2004 silam. Tidak banyak diunggalkan. Ternyata, mengagetkan, sukses menjuarai turnamen besar tersebut. Sayang, kejutan skuad yang diarsiteki Vicenzo Montella itu pun tidak berlanjut. Terhenti di babak knock-out 8 besar. Kalah melawan Belanda 2-1, walaupun mencetak gol lebih dulu.

Kini, empat tim terbaik telah bersiap-siap melanjutkan adu kuat. Di babak semifinal, Spanyol akan berhadapan dengan Prancis, pada Rabu (10/7), pukul 02.00 WIB, di Stadion Allianz Arena. Kemudian, Belanda bersua dengan Inggris pada Kamis (11/7), pukul 02.00 WIB, di Stadion Singnap Iduna Park. Puncak atau finalnya digelar pada Senin (15/7), pukul 02.00 WIB.

Di Piala Eropa 2020 lalu, Italia menjadi juaranya. Di partai final bertemu dengan Inggris. Namun, dalam gelaran kali ini juara bertahan itu harus tersingkir di babak 16 besar. Disingkirkan Swiss dengan skor 2-0. Sebaliknya, Inggris masih terus melaju ke babak semifinal. Jika empat tahun lalu mesti puas di posisi runner-up, akankah kali ini Inggris juaranya? Tak sedikit yang memprediksikan demikian. Saatnya sepak bola kembali ke kandang. Sebab, sepak bola memang terlahir dari Inggris.

Baca juga:  Menanti Kejutan Turki, Drama Cinta Berbalas Dendam

Setidaknya, prediksi itu juga datang dari Opta Sports, salah satu perusahaan analisis data paling terkemuka di dunia sepak bola. Jauh-jauh hari sebelum laga grup, mereka telah menyebarkan prediksi siapa juara Piala Eropa 2024. Nah, Opta menjagokan timnas yang belum pernah juara di Piala Eropa. Superkomputer Opta mengungkap, timnas Inggris akan menjadi juaranya.

Superkomputer Opta telah melakukan simulasi berlangsungnya turnamen sebanyak 10.000 kali, sebelum memprediksi the Three Lions sebagai juaranya. Skuad di bawah asuhan Gareth Southgate itu saat ini telah dipenuhi talenta penyerang handal.

Baca juga:  Spanyol vs Kroasia: Demi Gelar Keempat, Wajib Redam Dendam Vaterny

Apakah prediksi itu bakal tepat? Menjadi kenyataan? Kita tunggu saja. Yang pasti, jika berhasil mengalahkan Belanda, Inggris akan berhadapan dengan pemenang laga antara Spanyol vs Prancis. Dua tim yang sama-sama tangguh dan pernah menjadi juara di Piala Eropa. Spanyol juara 3 kali sama dengan Jerman, sementara Prancis sudah 2 kali. (*)

 

Prediksi Juara Piala Eropa 2024 Versi Superkomputer Opta

  • Inggris (19,9 persen)
  • Prancis (19,1 persen)
  • Jerman (12,4 persen)
  • Spanyol (9,6 persen)
  • Portugal (9,2 persen)
  • Belanda (5,1 persen)
  • Italia (5 persen)
  • Belgia (4,7 persen)
  • Denmark (2,2 persen)
  • Kroasia (2 persen)
  • Turki (1,5 persen)
  • Austria (1,3 persen)
  • Swiss (1,2 persen)
  • Serbia (1 persen)
  • Skotlandia (1 persen)
  • Ukraina (1 persen)
  • Hungaria (0,9 persen)
  • Polandia (0,8 persen)
  • Republik Ceko (0,7 persen)
  • Rumania (0,5 persen)
  • Slovenia (0,4 persen)
  • Slowakia (0,3 persen)
  • Albania (0,2 persen)
  • Georgia (0,1 persen)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.