Spanyol 2-1 Prancis: Bocah 16 Tahun Bungkam Ayam Jantan

Editor: Dian Kurniawan
oleh -714 Dilihat
Para pemain Spanyol merayakan gol yang dicetak Lamine Yamal (19) ke gawang Prancis pada laga semifinal di Allianz Arena, Munich, dini hari tadi WIB. (Foto: istimewa/UEFA)

KabarBaik.co – Spanyol melaju ke final Piala Eropa 2024 setelah berhasil comeback 2-1 lawan Prancis. Wonderkid Lamine Yamal Nasraoui Ebana menjadi momok bagi pertahanan Prancis. Pemain yang belum genap berusia 17 tahun itu tampil impresif.

Spanyol sempat tertinggal lebih dulu setelah Randal Kolo Muani membawa Prancis unggul cepat lewat golnya di menit ke-9 pada laga semifinal di Allianz Arena, Munich, Rabu (10/4) dini hari tadi WIB.

Namun, Spanyol bereaksi dengan cepat dimana Lamine Yamal mencetak gol lewat sebuah tendangan dari luar kotak penalti. Gol ke gawang Ayam Jantan -julukan Timnas Prancis- pada menit ke-21 membuat bintang muda Barcelona itu mengukir sejarah. Ya, dengan usia 16 tahun 362 hari, Lamine Yamal tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Eropa.

Empat menit berselang, Spanyol berbalik unggul lewat tembakan Daniel Olmo Carvajal. Awalnya gol ini dianggap sebagai bunuh diri bek Prancis Jules Olivier Kounde, tetapi pada akhirnya disahkan menjadi milik Daniel Olmo Carvajal.

Baca juga:  Spanyol 1-0 Italia: Juara Bertahan Kalah Kelas, Spanyol Melenggang ke 16 Besar
Lamine Yamal menjadi pencetak gol termuda sepanjang gelaran Piala Eropa. (Foto: istimewa/UEFA)

Tak ada gol lagi yang tercipta hingga laga usai membuat Spanyol berhasil mempertahankan keunggulan dengan skor 2-1 atas Prancis. La Furia Roja -julukan Timnas Spanyol- pun berhak melenggang ke partai puncak.

Selepas laga, Lamine Yamal mengaku senang bisa berada di final. Menurutnya, dapat melaju ke final adalah sesuatu yang sangat spesial. Dia juga mengatakan jika Spanyol cukup terkejut dengan gol cepat dari Prancis.

“Tak satu pun dari kami yang menyangka akan kebobolan secepat itu. Saya harus membantu tim saya dan itulah yang saya coba lakukan hari ini. Saya sangat senang setelah peluit akhir dibunyikan. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” akunya dikutip dari laman resmi UEFA.

Baca juga:  Spanyol vs Kroasia: Demi Gelar Keempat, Wajib Redam Dendam Vaterny

Lamine Yamal lantas menceritakan proses gol penyeimbang kedudukan melawan negara yang dikenal dengan Kota Mode itu. Bahkan, tanpa malu-malu dia menegaskan jika ingin mendapat hadiah istimewa di hari ulang tahunnya, tiga hari kemudian. Tepatnya pada 13 Juli mendatang.

“Saya membidik tepat ke sudut atas, di mana bidikan saya masuk dan itu adalah perasaan yang sangat menggembirakan. Saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan apa yang sedang terjadi,” bebernya.

“Saya hanya ingin menikmati diri saya sendiri dan membantu tim. Saya datang ke sini untuk memenangkan semua pertandingan sehingga saya dapat merayakan ulang tahun (ke-17) saya (pada hari Sabtu) di sini di Jerman bersama semua rekan setim saya!” tandas Lamine Yamal.

Baca juga:  Inggris 2-1 Slovakia: Tiga Singa Nyaris Malu, Overhead Kick yang Mengubah Segalanya

Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente Castillo memuji penampilan Lamine Yamal yang tak ubahnya pemain sarat pengalaman. Karena itu, dia mengaku bahagia lantaran keberadaan Lamine Yamal penting untuk masa depan Spanyol.

“Dia terlihat seperti pemain yang jauh lebih berpengalaman. Lamine melakukan hal-hal yang memberikan petunjuk bahwa ia mungkin akan menjadi pemain yang hebat. Namun kami harus tetap berhati-hati dan saya harap kami dapat menikmatinya untuk tahun-tahun mendatang,” tegas pelatih berusia 63 tahun itu.

Untuk diketahui, ini menjadi final kelima Spanyol di pentas sepakbola terbesar Eropa. Mereka masih akan menunggu pemenang antara Inggris atau Belanda untuk laga final. Rencananya, pertandingan final akan dimainkan di Olympiastadion, Berlin, Senin (15/7) WIB mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.