KabarBaik.co, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera mengaktifkan kembali program Warung Tekan Inflasi (WTI) guna menekan lonjakan harga cabai rawit yang tembus hingga Rp 90 ribu per kilogram. Langkah ini diambil sebagai antisipasi menjelang bulan suci Ramadan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk segera merealisasikan pembukaan kembali gerai WTI di pasar-pasar tradisional. “Kami akan berdiskusi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk membuka kembali Warung Tekan Inflasi di pasar supaya harganya kembali normal,” ujar Wahyu, Sabtu (14/2).
Menurutnya, cabai rawit menjadi salah satu komoditas strategis yang sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah. Kenaikan harga yang signifikan dikhawatirkan berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit di Pasar Oro-Oro Dowo tercatat sebagai yang tertinggi, yakni mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Sementara itu, rata-rata harga cabai rawit di seluruh pasar di Kota Malang terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Data mencatat, pada Selasa (10/2) harga rata-rata cabai rawit berada di angka Rp 70.333 per kilogram. Harga tersebut naik menjadi Rp 72 ribu pada Rabu (11/2), kemudian kembali meningkat menjadi Rp 76.166 per kilogram pada Kamis (12/2), dan mendekati Rp 77 ribu per kilogram pada hari berikutnya.
Pemkot Malang berharap pengaktifan kembali WTI dapat menjadi penyeimbang harga pasar serta menjaga stabilitas inflasi daerah selama momentum Ramadhan. (*)







