Wisata Kuliner Payung di Kota Batu Semakin Sepi Pengunjung

Reporter: P. Priyono
Editor: Andika DP
oleh -365 Dilihat
Kawasan wisata kuliner Payung di Songgoriti Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. (Foto: Ist/P. Priyono)

KabarBaik.co – Wisata Payung yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Jawa Timur, dulunya selalu ramai dikunjungi. Lokasinya yang berada di atas jurang atau ketinggian menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Kota Batu.

Ditemani hidangan jagung bakar, olahan susu sapi, mi rebus, dan beragam minuman dari warung-warung sekitar, Payung menjadi primadona bagi para pengunjung.

Namun, sayangnya, seiring berjalannya waktu, wisata kuliner Payung mengalami penurunan pengunjung. Hal ini berdampak pada omzet harian para pedagang kuliner di sana. Beberapa kios bahkan terpaksa harus tutup karena tidak mampu bertahan berjualan.

Baca juga:  Cegah Koordinator Nakal, Semua Jukir di Kota Batu Harus Setoran Langsung ke Dishub

Diah Mauludiarti, pemilik salah satu warung di wisata Payung yang sudah berjualan selama belasan tahun, mengungkapkan bahwa penurunan pengunjung sudah dirasakan sejak beberapa tahun lalu.

“Pada tahun 2008, Payung masih ramai dengan pengunjung yang bahkan harus antri untuk mendapatkan tempat duduk. Namun, sejak tahun 2015, jumlah pengunjung mulai menurun,” terangnya, Minggu (16/6).

Baca juga:  Lahan Kebun Apel di Kota Batu Semakin Berkurang

Pedagang kuliner bakso Satun juga merasakan dampaknya. Berjualan dari pagi hingga siang, Satun hanya mendapatkan satu orang pembeli.

Dulu, ia rela berjualan hingga jam 04.00 WIB karena ramainya pengunjung. Namun, sekarang, aktivitas berjualan hanya sampai jam 20.00 WIB.

“Kondisi semakin memburuk saat pandemi Covid-19 muncul. Selama PPKM darurat, warung-warung di wisata Payung harus tutup selama tiga bulan. Meskipun sekarang sudah kembali normal, pengunjung tetap sepi,” ungkapnya.

Baca juga:  7 Hari Libur Lebaran di Kota Batu, Volume Kendaraan Masuk Lebih 1 Juta dan Wisatawan 118.694 Orang

Diah mengatakan bahwa mendapatkan 15 pelanggan sehari sudah dianggap bagus. Dan, dari informasi yang beredar Pemerintah Kota Batu berencana merevitalisasi kawasan wisata Payung dengan konsep yang lebih modern dan ramah lingkungan.

“Semoga Payung dapat kembali menjadi primadona bagi para wisatawan seperti dulu,” harapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.