252 KUD Mati Suri di Jawa Timur, Pemprov Siapkan Strategi Revitalisasi

oleh -58 Dilihat
dinkop
Kepala Diskop dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa.

KabarBaik.co – Sebanyak 252 Koperasi Unit Desa (KUD) di Jawa Timur (Jatim) dinyatakan tidak aktif atau mati suri. Menanggapi hal ini, Dinas Koperasi dan UKM Jatim berencana melakukan langkah strategis untuk menghidupkan kembali koperasi-koperasi tersebut.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jatim, dari total 726 KUD yang terdaftar, hanya 474 unit atau sekitar 65 persen yang masih beroperasi. Sementara itu, 252 KUD atau 35 persen lainnya mengalami ketidakaktifan yang membutuhkan perhatian khusus.

“Koperasi-koperasi yang tidak aktif akan coba direvitalisasi. Langkah pertama adalah mengidentifikasi penyebab ketidakaktifan. Kami akan mencari tahu akar masalahnya terlebih dahulu sebelum menentukan kebijakan selanjutnya,” tegas Kepala Diskop dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, Selasa (18/2).

Menurut Endy, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak KUD tidak aktif, mulai dari manajemen yang kurang efektif hingga kendala permodalan. Oleh karena itu, revitalisasi dianggap sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan ini. “Revitalisasi dilakukan karena pentingnya peran KUD dalam mendukung perekonomian lokal,” jelasnya.

Endy menekankan bahwa menghidupkan kembali KUD yang mati suri memiliki urgensi tersendiri. Salah satu peran utama KUD adalah melayani kebutuhan petani, termasuk dalam pendistribusian pupuk bersubsidi secara tepat sasaran. “KUD ke depan diharapkan dapat menjadi ujung tombak distribusi pupuk bersubsidi,” tambahnya.

Tak hanya itu, KUD juga dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemprov Jatim. “Jika dikelola dengan baik, KUD bisa menjadi badan usaha yang menyiapkan bahan makanan untuk program MBG,” ungkap Endy.

Namun, Endy mengakui bahwa tantangan besar dihadapi oleh KUD dalam menghadapi era digital. Salah satunya adalah adopsi teknologi untuk meningkatkan pelayanan. “Pemprov Jatim juga akan memberikan pelatihan kepada pengelola koperasi agar mampu memanfaatkan teknologi demi pengembangan usaha mereka,” tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.