KabarBaik.co – Sebanyak 22 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Blitar dari kloter 8 memilih tidak mengikuti kegiatan city tour di Madinah, Arab Saudi.
Mereka adalah jemaah lanjut usia dan berkategori risiko tinggi (risti) yang kondisinya tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah.
Ketua Kloter 8 Khayatul Mahki, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi tim kesehatan. Menurutnya, aktivitas city tour cukup menguras tenaga sehingga tidak disarankan bagi jemaah dengan keterbatasan fisik.
“Mereka termasuk jemaah risti, beberapa di antaranya menggunakan kursi roda. Demi menjaga stamina, kami sarankan untuk tidak ikut ziarah karena perjalanan ibadah masih panjang,” jelas Mahki, Selasa (13/5).
Beberapa tempat yang dijadwalkan dalam city tour antara lain Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, dan area perkebunan kurma. Namun akses ke beberapa lokasi tersebut cukup menantang, seperti Jabal Uhud yang mengharuskan jemaah turun naik dari bus, sehingga dikhawatirkan bisa membahayakan kondisi jemaah lansia.
Meski tidak mengikuti tur ziarah, para jemaah tetap menjalankan ibadah utama yakni salat Arbain di Masjid Nabawi selama 40 waktu secara berjamaah. Ibadah ini menjadi fokus utama selama berada di Madinah.
“Suhu di Madinah juga menjadi pertimbangan. Pagi hari masih sejuk, sekitar 25 derajat Celcius, namun siang bisa mencapai 40 derajat. Ini bisa sangat mengganggu bagi jemaah yang tidak fit,” tambahnya.
Tim kesehatan pun mengingatkan agar seluruh jemaah, terutama yang masuk kategori risti, menjaga kondisi tubuh dengan banyak beristirahat, minum air putih, serta memakai masker untuk menghindari dehidrasi dan debu.
Mahki berharap keputusan ini mampu membantu jemaah tetap dalam kondisi prima saat menunaikan puncak ibadah haji di Makkah nantinya.
“Kami mohon doa dari masyarakat Blitar agar seluruh jemaah diberi kesehatan dan kekuatan, sehingga bisa menyelesaikan ibadah dengan baik dan kembali sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya.(*)







