KabarBaik.co– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus berupaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dengan menggencarkan program pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan industri.
Salah satu program unggulan yang disiapkan pada 2025 adalah pelatihan teknisi sound audio, yang menyasar kalangan generasi muda.
Pelatihan ini akan didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan menjadi bagian dari delapan skema pelatihan dan sertifikasi yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar sepanjang tahun depan.
Plt Kepala Disnaker Blitar Nanang Adi, mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp 1,5 miliar telah disiapkan untuk mendukung keseluruhan pelatihan.
Dari delapan skema, empat di antaranya sudah dimulai sejak April lalu, yakni pelatihan barista, digital marketing, make up artist, dan refrigerasi domestik. Program-program ini dijadwalkan berlangsung hingga Juli 2025.
“Sisanya akan digelar pada semester kedua, termasuk pelatihan teknisi sound audio, barber shop, dan pengolahan produk unggas. Saat ini masih dalam tahap penyusunan teknis,” jelas Nanang, Selasa (24/5).
Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas, dan Transmigrasi, Lativ Usman, menambahkan bahwa pelatihan teknisi sound audio dipilih karena melihat tren kebutuhan pasar yang terus tumbuh, terutama di sektor hiburan dan industri kreatif.
“Blitar sekarang sering jadi tempat berbagai event musik dan kegiatan kreatif lainnya. Banyak anak muda yang tertarik terlibat, tapi belum punya keahlian teknis. Lewat pelatihan ini, mereka bisa punya skill sekaligus sertifikasi resmi dari BNSP,” ujarnya.
Lativ juga menekankan bahwa pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan semangat kewirausahaan.
“Seperti pelatihan barista dan digital marketing yang sudah berjalan, meski kuotanya terbatas, peminatnya tinggi. Artinya program seperti ini memang dibutuhkan dan diminati,” tambahnya.
Disnaker memastikan semua pelatihan dirancang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga peserta bisa langsung terjun ke dunia kerja atau bahkan membuka usaha sendiri setelah lulus.(*)







