Anggota Dewan Ini Tegaskan Giripurno Jadi Kantong Hunian MBR Baru Kota Batu

oleh -111 Dilihat
IMG 20260124 WA0018
Anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Khamim Tohari. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, menegaskan bahwa Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, merupakan lokasi paling realistis dan strategis untuk pengembangan kawasan hunian baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Batu.

Ia menyebut, lahan seluas sekitar tiga hektare telah masuk dalam pembahasan awal sebagai tahap pertama pembangunan rumah subsidi, yang diproyeksikan mampu menampung hingga 5.000 kepala keluarga.

“Ini bukan sekadar membangun rumah, tapi membentuk kawasan hunian baru yang tertata, terencana, dan terjangkau bagi masyarakat. Giripurno sangat realistis karena lahannya masih tersedia luas dan posisinya relatif dekat dengan pusat aktivitas kerja di Kota Batu,” tegas Khamim, Sabtu (24/1).

Menurutnya, kehadiran kawasan hunian MBR ini menjadi langkah strategis untuk menekan pertumbuhan permukiman liar sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap wilayah penyangga di luar Kota Batu.

Khamim juga menegaskan bahwa program ini bukan wacana semata. Penguatan realisasi muncul setelah komunikasi intensif antara DPRD dan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Batu. Pemerintah daerah, kata dia, telah membuka ruang kolaborasi dengan pengembang serta pemilik lahan.

“Ini sudah masuk tahap pembahasan serius. Pemkot membuka ruang kerja sama dengan pengembang dan pemilik lahan, artinya program ini tidak berhenti di konsep,” ujarnya.

Untuk spesifikasi hunian, rumah subsidi direncanakan berukuran 6×10 meter dengan harga mengikuti ketentuan pusat, sekitar Rp165 juta per unit. Namun, Khamim menekankan bahwa seleksi penerima manfaat akan dilakukan secara ketat.

“Syarat utama jelas belum punya rumah, dibuktikan secara administratif. Bukan hanya warga lokal, tapi juga pekerja dan ASN yang bekerja di Kota Batu namun masih tinggal di luar daerah, agar hunian lebih dekat dengan tempat kerja, biaya hidup lebih efisien, dan mobilitas lebih ringan,” tegasnya.

Meski belum masuk tahap eksekusi fisik, DPRD Kota Batu mendorong agar pembahasan teknis segera diagendakan secara resmi, mengingat kebutuhan hunian layak dan terjangkau dinilai sudah mendesak seiring melonjaknya harga properti di Kota Batu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.