KabarBaik.co – Angin kencang yang melanda Kota Malang sejak Sabtu (24/1) dini hari, mengakibatkan pohon tumbang di empat titik, yakni Jalan Veteran, Jalan Langsep, Jalan Jakarta, dan kawasan Janti. Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
BPBD Kota Malang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian, mulai dari evakuasi pohon tumbang, pembersihan material, hingga pengamanan area terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, membenarkan bahwa kondisi terparah terjadi di Jalan Jakarta. Pohon berukuran besar tumbang sekitar pukul 06.13 WIB dan sempat menimpa kabel serta pagar rumah warga.
“Untuk kejadian paling parah memang di Jalan Jakarta. Pohon besar tumbang dan mengenai kabel serta pagar rumah warga,” ujarnya, Sabtu (24/1). Sementara itu, di Jalan Langsep, ranting pohon melintang di badan jalan dan menimpa pengendara sepeda motor. Korban dalam kejadian tersebut telah mendapatkan penanganan medis.
Prayitno menjelaskan, angin kencang mulai terasa sejak pukul 01.00 WIB, dengan intensitas terparah terjadi sekitar satu jam sebelum laporan masuk ke BPBD. “Angin kencang sudah terasa sejak dini hari dan puncaknya terjadi satu jam sebelum laporan masuk. Saat ini kondisi angin sudah berangsur mereda,” ungkapnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan angin kencang dipicu aktifnya Monsun Asia yang diperkuat pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer Equatorial Rossby, serta gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah Jawa Timur.
Staf Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Maksum Purwanto, menyebut kondisi tersebut diperparah suhu muka laut Selat Madura yang masih signifikan serta atmosfer lokal yang labil, sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
“Selain itu, terdeteksi pula bibit siklon tropis 91S di wilayah selatan yang meningkatkan kecepatan angin hingga 32 knot,” jelasnya.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga 30 Januari 2026, yang berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, hingga pohon tumbang, khususnya di wilayah Kota Malang dan sekitarnya. (*)







