KabarBaik.co- Surabaya Samator bukan sekadar peserta Proliga 2026. Klub legendaris dengan tujuh gelar juara ini kembali turun gelanggang membawa nama besar, sejarah panjang, dan ekspektasi tinggi. Namun, di tengah peta persaingan yang semakin keras, pertanyaannya kini bukan lagi siapa Samator, melainkan sejauh mana mereka masih bisa melangkah.
Musim ini, Samator datang dengan wajah berbeda. Tak lagi bertumpu pada deretan bintang besar, klub asal Jawa Timur itu memilih jalur regenerasi dan sistem permainan. Dari 19 pemain yang didaftarkan, mayoritas adalah talenta lokal muda, dengan hanya satu pemain asing. Yakni, Lyvan Taboada Diaz, yang dipercaya mengatur ritme permainan dari posisi setter.
Keputusan ini mencerminkan filosofi lama Samator: Membangun kekuatan jangka panjang. Nama-nama seperti Rama Fazza Fauzan, Tedi Oka Syahputra, dan Muhammad Ega Yuri Pradana menjadi tulang punggung tim. Ketiganya bukan hanya andalan klub, melainkan juga tercatat pernah memperkuat tim nasional voli putra Indonesia, sebuah indikator kualitas dan mental bertanding di level atas.
Secara teknis, Surabaya Samator 2026 mempunyai fondasi yang solid. Blok tengah menjadi salah satu senjata utama, ditopang quick attack yang rapi berkat distribusi bola sang setter asing. Dalam aspek bertahan dan transisi, Samator tergolong di atas rata-rata. Mereka bukan tim yang mudah dipatahkan, apalagi dikalahkan dengan skor telak.
Baca Juga: Menuju Samba Nusantara
Namun, di balik kekuatan itu, terdapat tantangan besar. Dibanding rival-rival utama seperti LavAni atau Bhayangkara Presisi, Samator musim ini belum memiliki finisher sayap kelas elite yang mampu mematikan bola di situasi kritis. Ketergantungan pada permainan kolektif membuat mereka rawan kehilangan momentum saat laga berjalan ketat dan memasuki poin-poin krusial.
Di sinilah dilema Samator yang kini diasuh Rodolfo Luis Sanchez terlihat jelas. Sebagai klub dengan rekam jejak juara pada 2004, 2007, 2009, 2014, 2016, 2018, dan 2019, ekspektasi publik selalu mengarah ke podium tertinggi. Namun, realitas Proliga 2026 menempatkan mereka lebih sebagai tim pengganggu papan atas ketimbang favorit utama.
Secara realistis, peluang Samator untuk lolos Final Four masih terbuka lebar. Konsistensi permainan dan minimnya ketergantungan pada satu pemain bisa menjadi keuntungan dalam format liga panjang. Akan tetapi, untuk kembali mengangkat trofi, Samator harus menemukan satu hal yang dulu selalu mereka miliki, yaitu pembeda di momen genting.
Proliga 2026 pun menjadi ujian penting bagi Surabaya Samator. Apakah warisan juara mereka masih cukup kuat untuk bersaing di era baru, atau justru menjadi musim transisi menuju kebangkitan berikutnya. Yang pasti, selama Samator masih berdiri di lapangan, sejarah mengajarkan satu hal bahwa mereka tak pernah benar-benar bisa diabaikan.
Sebelumnya, publik mengenal nama Rivan Nurmulki sebagai bagian dari narasi besar Surabaya Samator, Opposite bertinggi 198 cm itu pernah menjadi ikon klub dan simbol dominasi di era kejayaan, sekaligus langganan andalan timnas voli putra Indonesia. Dengan kekuatan spike dan mental juara, Rivan adalah tipe pemain pembeda yang kerap mengunci kemenangan di poin-poin krusial, sesuatu yang kini belum sepenuhnya dimiliki Samator 2026.
Nah, absennya figur sekelas Rivan, yang saat ini berkarier di klub Thailand, membuat Surabaya Samator lebih mengandalkan sistem kolektif ketimbang kekuatan individu. Dalam konteks persaingan musim ini, pendekatan tersebut tampaknya masih sangat realistis membawa Samator menembus Final Four dan finis di kisaran peringkat 4 besar. Namun, untuk kembali menjadi juara, mereka masih membutuhkan sosok dengan aura penentu.
Berikut Skuad Surabaya Samator di Proliga 2026:
Opposite Surabaya Samator
12. Rama Fazza Fauzan (C)
8. Sulthan Rizqullah Asidik
23. Refi Alfansyah
Outside Hitter
6. M.Alif Zaidhan
7. I Ketut Aditya Riski
14. Ageng Wardoyo
16. Krisna
24. Naufal Aryanova
Middle Blocker
10. Dava Afrizal Eka Saputra
11. Tedi Oka Syahputra
18. Hadi Suharto
20. Ahmad Said Husni Mubarok
Libero
4. Hendrik Agel Kurniasandi
21. Maulana Fakhriy
Setter
1. Lyvan Taboada Diaz
9. M. Risvi Reki Feriski
2. Aldino Farrel Setyawan






