Antisipasi Kemarau dan El Nino, Pemkab Lamongan Perkuat Strategi Ketahanan Pangan

oleh -123 Dilihat
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (dua dari kanan) menghandiri rapat koordinasi tingkat Jawa Timur.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (dua dari kanan) menghandiri rapat koordinasi tingkat Jawa Timur.

KabarBaik.co, Lamongan – Strategi antisipasi bencana musim kemarau 2026 mulai dimatangkan pemerintah pusat hingga daerah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga swasembada pangan sekaligus memperkuat penanganan dampak hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, turut menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur 2026 yang digelar pada Selasa (7/4) di Dyandra Convention Center.

Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan langkah lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air.

Dalam rapat itu diungkapkan, fenomena El Nino berpotensi menurunkan curah hujan hingga 20–40 persen. Puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Kondisi ini menuntut adanya langkah antisipatif yang terukur dan terintegrasi sejak dini.

Sejumlah strategi pun mulai disusun. Di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan serta penguatan sistem peringatan dini. Selain itu, optimalisasi pengelolaan sumber daya air dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, hingga pemanfaatan sumur air dan pompanisasi.

Upaya lain yang ditempuh adalah percepatan masa tanam untuk memanfaatkan sisa air hujan, disertai penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan.

Tak hanya itu, peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi perhatian. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung percepatan tanam serta meningkatkan efisiensi produksi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam pengaturan distribusi air irigasi dan penyediaan sarana produksi pertanian.

Di sisi kebencanaan, sinergi antar lembaga turut diperkuat. Hal ini mencakup kesiapan operasi modifikasi cuaca, dukungan sarana operasi udara untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga penyiapan sistem pompanisasi untuk mengairi lahan terdampak kekeringan.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan, berbagai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Strategi ini juga akan diterapkan di Kabupaten Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Upaya ini tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga memastikan produksi pertanian tetap optimal sehingga swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui strategi yang disusun secara terintegrasi ini, seluruh daerah, termasuk Kabupaten Lamongan, diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Selain itu, langkah ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan serta melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.