KabarBaik.co, Sidoarjo – Sekitar 5.000 kader Nahdlatul Ulama memadati tanggul Lapindo di titik 25 , Sidoarjo, Minggu (15/2). Mereka mengikuti Apel Harlah NU yang digelar PCNU Sidoarjo sebagai momentum spiritual dan kebersamaan.
Kegiatan diawali mujahadah di dua masjid sekitar lokasi sejak malam hari. Usai salat Subuh, seluruh peserta berjalan menuju tanggul di depan Maqbaroh KH Anas Al Ayyubi untuk mengikuti apel kader.
Ketua Panitia Harlah NU Sidoarjo Isa Hasanuddin mengatakan kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi kader NU.
“Sejak tadi malam kami memulai dengan mujahadah di dua masjid sekitar lokasi. Setelah salat Subuh berjamaah, seluruh peserta berjalan menuju tanggul lumpur. Ini bukan sekadar apel, tapi momentum spiritual,” ujarnya.
Ia menambahkan lokasi tanggul dipilih sebagai ruang refleksi atas ujian yang pernah dialami masyarakat Sidoarjo.
“Tempat ini mengajarkan kita tentang kesabaran dan keteguhan. Kami ingin kader NU meneladani perjuangan para ulama yang telah menguatkan organisasi di masa sulit,” tegasnya.
Apel tersebut dihadiri Bupati Sidoarjo, Subandi, Forkopimda, dan tokoh NU Jawa Timur, termasuk perwakilan PWNU Jawa Timur. Kehadiran pemerintah menjadi bentuk dukungan terhadap NU.
Dalam sambutannya, Subandi menegaskan pentingnya peran NU dalam menjaga persatuan.
“NU di Sidoarjo harus terus menjadi pilar penyangga persatuan. Ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah harus berjalan seiring demi kemajuan daerah,” ucapnya.
Ia juga mengumumkan dukungan konkret pemerintah daerah untuk NU. “Kami akan membentuk satgas untuk memastikan seluruh lembaga pendidikan dan pesantren memiliki legalitas yang jelas. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan hibah sekitar Rp21 miliar untuk mendukung penguatan NU di Sidoarjo,” tegas Subandi.
Dalam rangkaian apel kader tersebut PCNU juga memberikan Beasiswa kepada 200 siswa siswi di bawah naungan LP Ma’arif NU. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pendidikan pelajar di lingkungan sekolah Ma’arif.
Apel Harlah ini menjadi simbol kebersamaan kader NU sekaligus memperkuat sinergi ulama dan pemerintah dalam menjaga persatuan dan membangun daerah. (*)






