Arneta Putri Amelian, Simfoni Jari-Jemari dari Pasir Grobogan di Proliga 2026

oleh -216 Dilihat
ARNETA PUTRI
Arneta Putri Amelian (Foto IG GPPI)

Penting & Menarik:

  • Arneta Putri Amelian menjadi satu faktor kunci belum terkalahkannya Gresik Phonska Plus di Proliga 2026 lewat umpan presisi khas voli pantai.
  • Di balik lapangan, gadis 23 tahun itu mengaku ingin menjadi tentara dan gemar basreng, sisi sederhana salah seorang setter terbaik Indonesia.

KabarBaik.co – Di tengah riuh GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (24/1) jari-jemari lentiknya terus bergerak sepanjang laga. Bak seorang konduktor dalam sebuah orchestra panggung besar. Arneta Putri Amelian terlihat begitu piawai mengatur simfoni serangan demi serangan, seolah memiliki mata di setiap ujung jari. Begitu memanjakan para spiker.

Namun, sebelum menjadi “otak” di lapangan indoor, salah seorang setter terbaik nasional itu adalah ’’petarung’’ yang ditempa panas matahari dan liatnya pasir pantai Grobogan. Arneta mengawali karier profesionalnya dari pemain voli pantai, sebelum bertransformasi ke indoor. Memasuki musim Proliga 2026, sang dirigen pasir itu membawa sentuhan magisnya, berlabuh bersama armada tim legend Jawa Timur: Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

​Ya, perjalanan karier sang setter itu bukan sekadar transisi. Namun, transformasi seorang jawara. Pengalaman di Kejurda Voli Pantai U-15 bersama Tim Grobogan telah membentuk karakter bermain yang unik. Jika lapangan voli adalah papan catur, maka alumnus SMPN 3 Purwodadi ini adalah pemain cerdas, yang sudah melihat lima langkah ke depan.

​Kecerdasannya membuahkan gelar Best Setter Proliga 2023 dan turut membawa Timnas Merah Putih Indonesia bersinar di kancah Asia. “Sentuhan pantai” tersebut memberinya insting pertahanan yang liat dan kemampuan set-dump yang tak terduga, tipuan-tipuan mematikan yang sering kali membuat lawan hanya terjatuh dan terpaku menatap bola jatuh di area kosong.

​​Hingga Proliga 2025 seri ketiga Bandung, Arneta bertransformasi menjadi momok bagi tim-tim besar. Bersama Gresik Phonska Plus, perannya sebagai “mastermind” terbilang sangat krusial. Pada seri Medan pekan lalu, sang setter ajaib tersebut menjadi dirigen tim melibas juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro, mantan klubnya sendiri, dengan skor telak 3-1. Lalu, di seri Bandung, Sabtu (24/1), menumbangkan tim besar lainnya Jakarta Electric PLN, juga dengan skor sempurna 3-1.

​Rekor sempurna, empat kali bertanding, empat kali menang dengan skor sempurna. Sebuah visi bermain yang tajam. Membawa Gresik Phonska Plus kokoh di puncak klasemen sementara dengan status belum terkalahkan dengan meraup 12 poin. Buah konsistensi umpannya, menjadi kunci utama anak asuh Alessandro Lodi itu cepat mengamankan tiket final four lebih awal.

Minggu (25/1), kecerdasan ‘’dirigen pasir’’ itu akan kembali diuji. Gresik Phonska Plus bakal berhadapan dengan tim tuan rumah, yakni Bandung BJB Tandamata. Bukan hanya deretan skuad mewah, sebagai tuan rumah tentu saja Bandung juga mendapat dukungan penuh dari tribun. Sorakan para suporter, yang bisa menjadi teror mental.

Antara Seragam Loreng dan Pedasnya Basreng

​Di balik kecerdasan dan kegarangan di lapangan, tersimpan sisi kemanusiaan yang mungkin kontras. Dalam sebuah kesempatan kepada awak media, gadis bertinggi 171 cm secara blak-blakan mengaku ingin menjadi seorang tentara. Dia memimpikan dapar mengenakan seragam loreng TNI. Satu indikator bahwa jiwa petarungnya melampaui garis lapangan bola voli. Boleh jadi, kedisiplinan militer itulah yang kemudian terproyeksi dalam setiap umpan presisi layaknya bidikan peluru.

​Yang menarik, ketegangan laga Proliga yang menguras saraf seringkali diredam dengan kesederhanaan. Gadis yang oleh rekan-rekannya akrab disapa “Tacil” ini adalah penggemar makanan pedas seperti basreng (bakso goreng). Dan, basreng itupun tak sekadar camilan, melainkan “bahan bakar” kebahagiaan di luar lapangan. Kontradiksi yang terbilang unik, seseorang yang teliti dalam taktik, namun tetap sederhana dalam urusan lidah.

​​Sambil terus terbang tinggi, pendidikan tetap menjadi prioritas di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Arneta masih berstatus sebagai salah seorang mahasiswa penerima beasiswa di kampus Semarang tersebut. Ini menjadi satu bukti bahwa bola voli dan edukasi adalah dua sayap yang dikepakkan bersamaan. Demi mencapai impian yang lebih tinggi.

‘’Latihan yang rutin tidak boleh disepelekan. Selain itu,, juga mempelajari dan memperbaiki  permainan yang salah dari pertandingan sebelumnya. Yang terpenting adalah dukungan dari pelatih dan rekan-rekan yang mampu memberikan motivasi, terus meyakinkan saya supaya bisa percaya diri di lapangan,” ujar mahasiswi kelahiran 1 Mei 2002 itu seperti dikutip dari laman Udinus.

​Dan, dari debu pasir Grobogan menuju panggung megah Proliga maupun laga-laga internasional, Arneta telah membuktikan bahwa dirinya adalah sebuah fenomena. Kini, publik pun terus menanti tarian-tarian indah jari-jemarinya.M ampukah “gadis basreng” itu menjaga ritme Gresik Phonska Plus hingga meraih mahkota juara Proliga 2026 di akhir musim nanti? (*)

Yuk, ikuti ’’Poling Kami’’ di sidebar  KabarBaik.co: Siapakah juara Proliga 2026 untuk sektor putri? Tinggal klik, kirim.  

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.