Asa Gresik Phonska Plus Jaga Konsistensi

oleh -144 Dilihat
GRESIK VOLI
Tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

MEMASUKI laga-laga terakhir putaran pertama, konsistensi Gresik Phonska benar-benar diuji. Bertandang ke seri Bandung, Gresik Phonska menghadapi fase krusial. Bukan saja karena dua lawan berat menanti, tetapi lebih tepatnya karena transisi kompetisi sudah memasuki fase pertengahan menuju akhir.

​Tekanan dan tantangannya kini bergeser. Ini bukan lagi sekadar tentang teknik, melainkan tentang mental dan psikis. Apakah modal tiga kemenangan yang dibawa Gresik Phonska ke seri Bandung hanyalah keberuntungan awal atau “hoki”, atau justru sebaliknya: Gresik Phonska semakin matang dengan sistem permainan mereka.

​Nyatanya, satu dari ujian itu berhasil dilewati Gresik Phonska dengan “giras”. Tidak hanya mengalahkan Electric PLN, tetapi mereka juga berhasil menjaga torehan 3 poin sempurna dari sang rival. Hasil ini semakin memperkokoh posisi Gresik Phonska di puncak klasemen. Mereka tidak hanya tampil sebagai tim yang belum terkalahkan, tetapi sekaligus menjadi tim yang belum pernah kecolongan poin. Sempurna dengan koleksi 12 poin dari total 4 pertandingan yang telah dijalani.

​Sejujurnya, penulis berharap pertandingan melawan Electric PLN di GOR Bandung, Sabtu sore (24/1), berlangsung hingga set penuh. Cepat atau lambat, tekanan bermain di set kelima harus dirasakan. Apalagi kemarin malam, tekanan berarti mulai terasa dan sempat memukul pertahanan Gresik Phonska. Tepatnya pada set kedua, Gresik Phonska sempat tertinggal jauh 1-9 hingga akhirnya kehilangan satu set tersebut.

Celah di Jantung Pertahanan

​Error demi error terjadi, dan mulai bisa diendus adanya celah dalam sistem permainan Gresik Phonska. Celah itu muncul ketika sang kapten, Medi Yoku, dan posisi libero terus ditekan melalui serve. Jantung dan separuh nyawa Gresik Phonska ternyata ada pada Medi dan libero saat membangun receive. Ketika pondasi sistem ini dibombardir dan goyah, permainan tidak berjalan. Variasi serangan tidak bisa dilancarkan. Sebaliknya, kesalahan justru menjalar ke pemain lain dalam melakukan receive maupun olah bola kedua.

​Apa yang terjadi pada set kedua tentu bukan kebetulan. Electric PLN tahu betul cara beradu strategi dengan Gresik Phonska. Maklum, musim ini Electric PLN diperkuat mayoritas pemain TNI AU yang bekerja sama kembali. Termasuk sang pelatih, Alim Suseno, yang didapuk menjadi asisten di Proliga. TNI AU sendiri merupakan rival terberat Gresik Phonska di ajang Livoli.

​Dalam tiga musim terakhir, TNI AU adalah tim yang paling akrobatik dalam melakukan penyesuaian demi menumbangkan dominasi Gresik Phonska. Hal itu terlihat semalam saat Electric PLN memasukkan pemain opposite berkarakter blocking, Prili Dharma. Strategi ini terbukti sempat membuat Gresik Phonska terkejut, ritme berantakan, dan tampak kebingungan di lapangan.

Adu Strategi dan Kedalaman Skuad

​Namun sekali lagi, musim ini Gresik Phonska menunjukkan tekadnya. Kontra-strategi berhasil dilakukan untuk meredam kejutan pasukan “TNI AU berbaju Electric PLN” tersebut. Gresik Phonska kembali tampil sempurna di set ketiga dan keempat. Meski Electric PLN mencoba gebrakan lain dengan memasukkan middle-blocker Dinda Syifa dalam skema setter-opposite, pendekatan Coach Chamdok dan Alim Suseno ini tidak berjalan. Gresik Phonska justru semakin memperketat “imun” permainannya.

​Belajar dari laga tersebut, opsi pertukaran posisi antara libero dan defensive specialist tampaknya bisa dipertimbangkan kembali. Pada beberapa pertandingan awal, Coach Lodi memasang Nandita Ayu di posisi libero. Sementara di laga terakhir, Yulis Indah yang menjadi libero dan Nandita sebagai defensive specialist.

​Melihat kesulitan semalam, nampaknya posisi Nandita sebagai libero lebih ideal. Ketika Medi Yoku goyah, ia butuh rekan receiver yang stabil dengan ketenangan, pengalaman, dan kualitas kepemimpinan yang setara untuk membagi beban. Duet Medi Yoku dan Nandita Ayu inilah yang selama ini menjadi pondasi struktur permainan Gresik Phonska hingga berjaya di Livoli. Kematangan keduanya menjadi jaminan sekaligus tumpuan bagi pemain muda binaan Gresik Phonska untuk berakselerasi di level nasional.

​Keputusan Coach Lodi memasang Yulis Indah sebagai libero melawan Electric PLN pun bukan tanpa alasan. Electric PLN memiliki hitter asing paling produktif, Neriman Ozsoy. Coach Lodi ingin menekankan pertahanan pada kualitas dig milik Yulis Indah. Di sinilah keputusan manajemen merekrut Nandita dan Yulis layak diapresiasi; keduanya bisa direposisi sesuai kebutuhan strategi.

​Di luar situasi tak terduga pada set kedua, permainan Gresik Phonska relatif sangat stabil. Yulis Indah berhasil meredam agresivitas duo asing Elle Plak dan Ozsoy. Sebelumnya, saat melawan Jakarta Pertamina Enduro, Gresik Phonska juga sempat kehilangan set dan mengalami gangguan sistem, namun pelatih cepat melakukan penyesuaian dengan mengganti Arneta dengan Ajeng yang terbukti jitu.

​Lantas, bagaimana melawan Bandung BJB Tandanata malam nanti? Yang jelas, partai ini tidak akan mudah. Banyak faktor yang berpengaruh, mulai dari tekanan pendukung tuan rumah hingga faktor teknis. Kita tahu tim sekelas Jakarta Pertamina Enduro saja bisa runtuh saat diteror gemuruh “Bobotoh” yang memadati GOR. Selain itu, Bandung BJB kini dilatih oleh Coach Risco Herlambang, pelatih yang menangani Gresik Phonska pada Proliga 2023. Tentu, ia sangat mengenal luar-dalam kualitas skuad muda Gresik Phonska saat ini. (*)

Penulis: Faiz Abdalla, warga Gresik Jatim

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.