KabarBaik.co – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana turun langsung menyerahkan 600 sertifikat PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) kepada warga Desa Panjer, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri pada Senin (20/5).
Mas Dhito, sapaan bupati Kediri, berharap pada tahun 2025 sudah menuntaskan program PTSL. Sehingga seluruh tanah yang ada di Kabupaten Kediri memiliki alas hak yang jelas atau bersertifikat.
Usai penyerahan yang dilakukan secara bertahap sebanyak 200 sertifikat PTSL itu, Mas Dhito mengimbau kepada para penerima sertifikat agar tidak memberikan atau menggadaikannya kepada rentenir.
“Jangan diberikan renternir. Kalau memang ada kebutuhan bisa menyerahkan atau bisa menjaminkan sertifikatnya ke bank daerah,” ucap Mas Dhito menitipkan pesan.
Selain itu, ia juga menitipkan pesan agar sertifikatnya digunakan dengan baik. Kalau perlu dilaminating, jangan dilipat-lipat, walaupun disimpan di lemari tetap harus kunci.
Sementara itu, La Ode Asrafil, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri mengatakan jika kegiatan PTSL ini juga turut dibantu dari dana APBD Kabupaten Kediri dengan mencapai angka Rp 4,5 Milliar yang terbagi di 29 desa.
Adapun target dari Presiden Joko Widodo pada tahun 2025 ialah seluruh bidang tanah harus terpetakan. Sampai saat ini progres PTSL di Kabupaten Kediri dari jumlah bidang tanah sebanyak 900.000 dan yang sudah tersertifikat kurang lebih sebanyak 700.000.
Di tempat yang sama, Mujiono salah seorang penerima sertifikat mengaku merasa senang sebab dengan adanya sertifikat PTSL yang sudah berada di genggamannya, menjadikan tanah miliknya yang berukuran 27 meter x 6 meter akhirnya jelas status kepemilikannya.







