KabarBaik.co- Hujan deras yang mengguyur Jakarta memicu banjir di sejumlah wilayah, merendam puluhan rukun tetangga (RT) dan ruas jalan. Situasi cuaca buruk ini sekaligus memaksa kegiatan belajar mengajar dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi keselamatan peserta didik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Kamis (22/1), terdapat 45 RT dan 22 ruas jalan di Jakarta Barat, Selatan, dan Utara yang terendam banjir. Ketinggian air berkisar 15 hingga 90 sentimeter. Wilayah terdampak terparah berada di Jakarta Selatan, khususnya Kelurahan Petogogan, dengan 26 RT terendam dalam satu kelurahan.
“Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan di Jakarta.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut turut berdampak pada sektor pendidikan. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 9/SE/2026 yang mengatur pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di ibu kota.
Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik. “Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah DKI Jakarta,” katanya dilansir Antara, Jumat (23/1).
Dalam surat edaran tersebut, Disdik DKI Jakarta menetapkan sejumlah ketentuan, di antaranya kewajiban seluruh satuan pendidikan menerapkan PJJ selama cuaca ekstrem berlangsung, pendampingan dan pemantauan oleh kepala sekolah, serta komunikasi intensif dengan orang tua atau wali murid. Edaran ini berlaku hingga 28 Januari 2026.
“Kami berharap edaran ini menjadi perhatian dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab,” ujar Nahdiana.
Langkah ini sejalan dengan peringatan dan prediksi cuaca ekstrem yang sebelumnya disampaikan BPBD DKI Jakarta, seiring potensi hujan lebat yang masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. (*)







