BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Pangan Siap Saji dan Pasar Tradisional Berbasis Risiko

oleh -133 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 08 at 3.17.19 PM
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana

KabarBaik.co, Mataram— Maraknya peredaran pangan siap saji kekinian serta tingginya aktivitas di pasar tradisional mendorong Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memperkuat strategi pengawasan yang lebih proaktif dan berbasis risiko.

Hal tersebut mengemuka dalam Audiensi Penguatan Pengawasan Obat dan Makanan Tahun 2026 yang digelar di Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (8/4).

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, menegaskan bahwa pendekatan pengawasan tidak lagi dapat bersifat pasif, melainkan harus langsung menyasar titik-titik yang bersentuhan dengan masyarakat.

“Semakin menjamur peredaran pangan siap saji harus dipastikan keamanan dan higienitasnya. Ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit seperti diare maupun keracunan,” tegasnya.

Selain itu, BBPOM Mataram bersama Dinas Perdagangan akan memperkuat pengawasan di pasar tradisional, salah satunya melalui intervensi di Pasar Perumnas pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan mewujudkan pasar yang memenuhi standar keamanan pangan, sekaligus mendorong capaian yang setara bahkan melampaui keberhasilan Pasar ACC Ampenan yang meraih predikat juara regional tengah pada 2025.

Tidak hanya pada pengawasan lapangan, BBPOM juga mendorong Pemerintah Kota Mataram untuk menunjukkan komitmen melalui pengisian instrumen penilaian mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA). Instrumen ini menjadi indikator penting dalam menilai keseriusan daerah dalam menjamin keamanan pangan secara menyeluruh, mencakup pangan olahan siap saji (POSS), pangan industri rumah tangga (PIRT), hingga pangan segar seperti asal hewan (PSAH), tumbuhan (PSAT), dan ikan (PSAI).

Di sisi lain, optimalisasi Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) POM juga menjadi perhatian. Pemanfaatan anggaran ini diarahkan untuk memperkuat pengujian pangan secara lebih intensif serta mendorong peningkatan kualitas pelaku usaha agar produk PIRT dapat berkembang dan naik kelas menjadi produk berizin edar.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung pengawasan obat dan makanan.

Ia juga menyampaikan bahwa Pasar Induk Mandalika akan menjadi target intervensi berikutnya. Namun, upaya tersebut membutuhkan penataan bertahap dan terencana, mengingat kompleksitas aktivitas dan ragam komoditas yang diperdagangkan, terutama dari aspek infrastruktur.

Dengan penguatan pengawasan yang lebih terarah dan kolaboratif, diharapkan keamanan pangan di Kota Mataram dapat terus terjaga serta memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.