KabarBaik.co, Blitar – Kenaikan harga material bangunan mulai terasa di wilayah Blitar dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah Lebaran 2026. Sejumlah komoditas bahkan mengalami lonjakan cukup tajam, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada produk cat.
Owner Toko Graha Bangunan Daniel Lim, menyebut kenaikan harga ini tidak semata dipicu isu lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM). Melainkan lebih kompleks, terutama dari sisi bahan baku impor dan plastik.
“Cat berbahan dasar air naik sekitar 10 sampai 20 persen. Sementara yang berbahan minyak bisa sampai 20 hingga 40 persen karena bahan bakunya impor,” ujarnya, Jumat (10/4).
Ia menjelaskan, lonjakan harga plastik juga ikut mendorong kenaikan biaya produksi, terutama untuk kemasan. Dampaknya, harga produk turunan seperti cat ikut terkerek.
Tak hanya cat, sejumlah material lain seperti sanitary, pintu kamar mandi, atap, hingga granit juga mengalami kenaikan. Meski demikian, angkanya relatif lebih rendah, rata-rata di kisaran 5 hingga 10 persen.
Menurut Daniel, faktor distribusi dan kebijakan impor turut memperparah kondisi. Proses masuknya barang dari luar negeri kini lebih ketat, termasuk produk keramik dan granit dari India.
“Bukan hanya bahan baku, tapi pengiriman dan regulasi impor juga makin ketat. Itu yang bikin harga ikut naik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tren kenaikan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal tahun. Namun, lonjakannya menjadi lebih terasa setelah Lebaran, bahkan melampaui kenaikan normal tahunan yang biasanya hanya 2 hingga 5 persen.
Kondisi ini pun mulai berdampak ke konsumen. Kenaikan harga yang mencapai puluhan persen membuat daya beli ikut tertekan.
Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya berupaya menjaga kepercayaan pelanggan dengan memperbanyak promo sekaligus memberikan edukasi terkait penyebab kenaikan harga.
“Kami jelaskan ke pelanggan, ini bukan semata-mata untuk keuntungan, tapi karena faktor eksternal yang tidak bisa kami kendalikan,” pungkasnya.(*)







