BPBD Gresik Targetkan 20 Desa Tangguh Bencana di 2025, Dua Sudah Terbentuk

oleh -639 Dilihat
WhatsApp Image 2025 05 08 at 10.57.23
BPBD Gresik saat bentuk Destana di Kedanyang. (Foto: Ist)

KabarBaik.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik menargetkan pembentukan 20 Desa Tangguh Bencana (Destana) sepanjang tahun 2025. Target itu akan menambah jumlah Destana menjadi 158 desa di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.

“Kami menargetkan 20 desa tangguh bencana pada tahun ini. Dengan begitu, totalnya akan menjadi 158 destana di Gresik,” kata Kepala BPBD Gresik Sukardi, saat dihubungi, Rabu (7/5).

Per triwulan pertama tahun 2025 ini, sudah ada dua desa yang berhasil dibentuk menjadi Destana, yakni Desa Banjarsari di Kecamatan Manyar dan Desa Kedanyang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik Driatmiko Herlambang.

“Sudah dua yang terbentuk. Selanjutnya kemungkinan kami arahkan ke daerah Mengare,” ucap Miko, sapaan akrabnya, Kamis (8/5).

Menurut Miko, desa-desa yang menjadi sasaran pembentukan Destana merupakan wilayah dengan risiko bencana dan hal tersebut yang menjadi dasar prioritas. Ancaman bencana di masing-masing desa pun bervariasi.

Misalnya, banjir masih menjadi ancaman dominan di sejumlah desa seperti Telukdalam, Tambak, Pacuh, Slempit, Domas, Putat Lor, Banter, Lundo, Metatu, Bengkelolor, Wadakkidul, dan Petisbenem. Sementara Desa Mojowuku dan Dahanrejo menghadapi potensi puting beliung, serta Desa Kramat yang rawan banjir rob.

BPBD Gresik juga mencatat adanya ancaman non-alam. Desa Kemuteran dan Kroman masuk daftar sasaran karena perlu menyiapkan mitigasi menghadapi pandemi. Sedangkan Yosowilangun dan Banjarsari memerlukan kesiapsiagaan khusus terhadap potensi kegagalan teknologi.

Program pembentukan Destana ini bukan sekadar simbolik. Materi pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan konsep Desa Tangguh Bencana, pemetaan potensi bencana wilayah, hingga penyusunan rencana aksi pengurangan risiko bencana (PRB) secara partisipatif. Warga didorong untuk aktif merumuskan langkah-langkah pencegahan, respons, serta pemulihan pascabencana.

“Prinsipnya adalah membangun masyarakat yang mandiri dan tangguh menghadapi bencana,” ujar Miko.

BPBD Gresik berharap, melalui pembentukan destana ini, ke-20 desa yanh menjadi target sasaran destana bisa lebih siap dalam menghadapi resiko bencana. Jika target ini tercapai, Gresik akan semakin mendekati cita-cita menjadi kabupaten tangguh bencana di wilayah pesisir utara Jawa Timur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.