Bupati Situbondo Salurkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp 42 Juta untuk Keluarga Guru Ngaji

oleh -134 Dilihat
Bupati Mas Rio (Baju Putih) saat melawat ke rumah guru ngaji di Situbondo.(ist)
Bupati Mas Rio (Baju Putih) saat melawat ke rumah guru ngaji di Situbondo.(ist)

KabarBaik.co, Situbondo – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menunjukkan kepeduliannya dengan melawat ke rumah duka almarhum Pak Asur, seorang guru ngaji di Desa Sumberejo, Kecamatan Besuki, Selasa (7/4).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42.000.000 kepada ahli waris.

Didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Situbondo, Muzibur Rokhman, Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Santunan tersebut merupakan manfaat dari program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diikuti almarhum semasa hidupnya. Dalam arahannya, Mas Rio menegaskan bahwa kehadiran pemerintah adalah bukti komitmen dalam melindungi pekerja sektor nonformal.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir. Ketika peserta meninggal dunia, keluarga mendapatkan dukungan ekonomi yang diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan dasar, terutama bagi istri dan anak-anak yang kehilangan tulang punggung keluarga,” ujar Mas Rio.

Ia juga memastikan akan terus memperluas cakupan perlindungan sosial ini bagi pekerja rentan lainnya, seperti, Buruh tani tembakau, Guru ngaji, Tenaga pendidik PAUD, Nelayan dan marbot masjid.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Situbondo, Muzibur Rokhman, menjelaskan bahwa santunan sebesar Rp 42 juta tersebut merupakan manfaat Jaminan Kematian (JKM) untuk kasus meninggal dunia karena sakit (bukan kecelakaan kerja).

“Iurannya sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 5.800 per bulan, namun manfaatnya luar biasa besar untuk proteksi keluarga,” jelas Muzibur.

Ia menambahkan, jika peserta meninggal akibat kecelakaan kerja, santunan yang diberikan bahkan bisa mencapai Rp 70 juta.

Pihak keluarga almarhum menyampaikan apresiasi yang besar atas respons cepat pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk melanjutkan kehidupan dan membiayai pendidikan anak-anak almarhum. Kami berharap program ini terus berlanjut karena sangat menolong masyarakat kecil,” ungkap salah satu perwakilan keluarga.

Saat ini, jumlah kepesertaan sektor nonformal di Situbondo telah mencapai angka 4.000 hingga 5.000 orang. Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen untuk terus mendorong angka tersebut agar semakin banyak pekerja informal yang memiliki jaring pengaman sosial. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.