Bupati Yes: Keluarga Pondasi Dasar Penanganan Stunting

oleh -197 Dilihat
IMG 8468 scaled
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat peringatan HUT ke-25 Dharma Wanita Persatuan. (Foto: Ist/Pemkab Lamongan)

KabarBaik.co – Keluarga menjadi madrasah pertama dan utama pendidikan anak. Sebab, di dalam keluarga berbagai masalah dapat diselesaikan khusunya bagi tumbuh kembang anak sebagai pencegahan stunting.

“Dengan keluarga bisa menyelesiakan semuanya, tidak hanya stunting tetapi lainnya yaitu menyiapkan generasi Indonesia emas 2045,” kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam peringatan hari ulang tahun ke-25 Dharma Aanita Persatuan (DWP), dan Hari Ibu ke-96, di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Kamis (19/12).

Peringatan puncak HUT DWP Kabupaten Lamongan dan peringatan hari ibu tahun 2024 dikemas unik dan menyentuh. Para ibu-ibu istri ASN menampilkan drama kolosal yang mengangkat tema stunting.

Drama tersebut menceritakan dampak pernikahan dini yang dapat berakibat pada ketahanan keluarga, ketahanan ekonomi, serta ketahanan mental dan sosial. Dikemas secara komedi, sosialisasi stunting dapat mencuri perhatian para undangan.

“Tugas peran sebagi istri PNS atau ASN adalah untuk terus bisa mendampingi, mengiringi, mensupport, mendorong, mengingatkan, mengajak para ibu-ibu lainnya, bahwa keluaga menjadi penting seperti yang disampaikan di dalam drama tadi,” ujar Pak Yes.

Terlebih, Pak Yes menceritakan, akhir-akhir ini media sosial dipenuhi dengan viralnya tiga Agus. Dari ketiga kisah Agus, netizen menjuluki Agus gila harta, Agus gila tahta, dan Agus gila wanita.

Tidak hanya itu, media sosial marak memberitakan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak kepada orang tua dan saudaranya. Pak Yes berharap, dari berbagai peristiwa yang terjadi anggota DWP dapat menjadi pelopor mensosialisasikan ketahanan keluarga.

“Anak mempunyai pemikiran tertentu, komunikasi keluarga menjadi penting untuk menyiapkan generasi Indonesia emas. Semoga ibu-ibu darma wanita mengambil hikmah untuk mendorong kehidupan lebih baik, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia emas 2045,” ucap Pak Yes.

Sementara itu, Psikolog asal Gresik, Riza Wahyuni menambahkan, pengasuhan orang tua menjadi tolak ukur keamanan dan keselamatan anak.

“Ibu-ibu tidak saya sarankan melihat tik-tok, karena ada tiga media sosial yang tidak safety yaitu tiktok, X, dan telegram. Di medsos itu banyak pelaku kejahatan, jangan segala sesuatu itu di upload semuanya karena itu dapat membahayakan keluarga,” ucapnya.

Sehingga, Riza berpesan, anggota DWP yang merupakan istri kepala OPD maupun camat, dapat menguatkan perempuan Lamongan khususnya di desa, mendampingi dan mendorong perkonomian keluarga di desa, serta penguatan sosial bagi ibu-ibu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.