Catatan Penting! Drama Wasit dan Kartu Merah Warnai Laga Panas Final Four Proliga 2026

oleh -321 Dilihat
LODI LOMPAT
Alessandro Lodi, pelatih tim putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

KabarBaik.co, Surabaya- Kartu merah yang diterima pelatih Alessandro Lodi menjadi satu momen menegangkan di balik kemenangan dominan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia atas Jakarta Electric PLN Mobile dalam lanjutan Final Four Proliga 2026.

Bertanding di Jawa Pos Arena, Minggu (5/4) malam, Gresik Phonska tetap tampil superior dengan kemenangan telak 3-0 (25-16, 25-15, 25-19). Namun, laga tersebut tidak sekadar soal skor, melainkan juga kontroversi yang sempat menyelimuti set ketiga.

Insiden terjadi saat set ketiga berjalan ketat di awal-awal laga. Lodi melayangkan protes keras kepada wasit setelah keputusan challenge timnya, tidak sesuai yang diminta. Sang pelatih merasa keputusan wasite pun merugikan timnya di momentum krusial dan penuh ketegangan.

Protes yang dianggap berlebihan membuat wasit akhirnya mengeluarkan kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah. Akibatnya, Electric PLN langsung mendapatkan tambahan satu poin dan sempat unggul 10-8.

Ini menjadi momen langka. Kartu merah tersebut tercatat sebagai yang pertama terjadi di Proliga musim 2026. Berbeda dengan sepak bola, kartu merah di voli tidak membuat pelatih diusir dari lapangan, tetapi tetap memberi dampak langsung pada skor.

Baca Juga: Alessandro Lodi: Sang Arsitek Global di Balik Ambisi Takhta Gresik Petrokimia

Situasi itupun sempat mengguncang mental tim Gresik Phonska. Saat skor berbalik menjadi 9-11, performa Mediol Stiovany Yoku dan kawan-kawan terlihat menurun. Namun, di sinilah mental juara mereka diuji.

Tak butuh waktu lama, setelah Lodi mengambil time out, skuad berjuluk The Bulls itu kembali menemukan ritme permainan. Tim voli kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia itupun bangkit, membalikkan keadaan menjadi 16-13, lalu menjauh hingga menutup set dengan kemenangan 25-19.

Dominasi tetap terlihat, terutama lewat aksi pemain asing Annie Valentine Mitchem yang mencetak 25 poin serta Oleksandra Bytsenko dengan tambahan 14 angka.

Bada Juga: Empat S dalam Hidup Daconi Khotob, Nahkoda Baru PT Petrokimia Gresik

Sebaliknya, legian asing Electric PLN Neriman Ozsoy yang biasanya tampil mematikan menjadi mati kutu karena barisan ketangguhan blocker kokoh Gresik Phonska. Demikian juga spiker Kara Bajeman, pemain yang diharapkan dapat mendulang banyak poin, pada malam itu seperti kehabisan akal. Setter mereka pun mesti beberapa kali berganti.

Seusai laga, Lodi memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Sejak awal dia sangat yakin pada kekuatan timnya. “Secara keseluruhan, para pemain tampil sangat bagus dan layak mendapat apresiasi. Kami juga mendapatkan banyak poin dari servis,” kata Lodi dalam sesi konferensi pers.

Lodi pun merespons sikap ekpresif dirinya di setiap laga. “Saya mencintai intensitas. Mungkin orang melihat saya terlalu ekspresif atau ‘over’ di pinggir lapangan, tapi itulah energi yang saya berikan kepada tim. Kami percaya pada proses dan materi tim ini sejak hari pertama, dan malam ini mereka membuktikannya,” tegasnya.

Baca Juga: Surabaya Tuntas, Jadwal Seri Solo, Klasemen Final Four Proliga 2026: Gresik dan Bhayangkara Perkasa!

Di sisi lain, kubu Electric PLN mengakui banyaknya kesalahan sendiri yang menjadi faktor kekalahan. “Sebenarnya tim pelatih sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Gresik Phonska, tetapi hal itu tidak berjalan dengan baik. Kami melakukan banyak kesalahan, terutama penerimaan bola servis,” kata Agustin Wulandari, kapten tim Electric PLN.

“Kami mencoba memaksimalkan peran dua pemain asing dengan perubahan posisi, namun rencana itu tidak berjalan di lapangan. Kami kehilangan ritme saat GPP terus menekan,” akunya jujur.

Asisten pelatih Electric PLN Anantachai Yoonprathom juga menyoroti banyaknya error timnya.  “Pertandingan hari ini menjadi pelajaran buat tim kami untuk melakukan perbaikan sehingga lebih siap menghadapi laga berikutnya,” kata pria asal Thailand pendamping pelatih Chamman Dokmai itu.

Salah satu faktor penting kemenangan Gresik datang dari ketenangan tim dalam menghadapi tekanan, termasuk setelah insiden kartu merah. “Pertandingan ini tidak mudah secara mental, tapi pelatih meminta kami menikmati setiap reli. Kepercayaan diri kami muncul karena kami sudah sangat mengenal satu sama lain dalam tim ini,” tutur Arnetta Putri, setter Gresik Phonska Plus.

Baca Juga: Tekan “Panic Button” Jelang Final Four: Bom Waktu Spiker Baru di Proliga 2026

Sementara itu, insiden kartu merah ini menjadi catatan penting dalam jalannya kompetisi ke depan. Keputusan wasit yang kontroversial dapat memicu reaksi keras dari pelatih ataupun pemain, sekaligus menjadi pengingat bahwa aspek fair play dan integritas harus dijaga ketat di kompetisi voli level tertinggi ini.

Kendati sempat terganggu, Gresik Phonska Plus membuktikan kedewasaan mereka dengan tetap fokus hingga akhir laga dan kini semakin dekat mengunci status tim terbaik di putaran pertama Final Four. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.