KabarBaik.co, Nganjuk– Kejelian masinis berhasil menyelamatkan nyawa seorang perempuan yang hendak mengakhiri hidupnya. Insiden yang terjadi di petak jalan antara Stasiun Baron dan Stasiun Kertosono ini sempat mengganggu jadwal perjalanan sejumlah kereta api.
Kejadian bermula saat masinis KA Malioboro Ekspres melaporkan adanya seseorang dalam posisi tiduran tepat di tengah rel pada pukul 14.00 WIB. Tanpa menunda waktu, kereta api segera melakukan pemberhentian luar biasa (BLB) di KM 97+900 pada pukul 14.03 WIB untuk mencegah hal fatal terjadi.
“Setelah menerima laporan dari masinis, petugas segera melakukan langkah cepat dengan menghentikan laju kereta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan petugas pengamanan,” jelas Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Kamis (9/4).
Perempuan tersebut kemudian diamankan petugas pengamanan Stasiun Kertosono (PKD) dan langsung diserahkan ke Polsek Kertosono untuk proses lebih lanjut. Setelah situasi dinyatakan aman, perjalanan KA relasi Purwokerto-Malang itu dilanjutkan pada pukul 14.12 WIB.
“KAI mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan jiwa manusia. Tindakan cepat masinis dan petugas di lapangan menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden yang lebih fatal,” tambahnya.
Akibat insiden ini, terjadi keterlambatan perjalanan. KA Malioboro Ekspres terlambat 13 menit dan KA Sancaka terlambat 5 menit. Hal ini menjadi pengingat betapa berbahayanya aktivitas di area rel kereta api. (*)
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.






