Cuaca Ekstrem, Nelayan Dilaporkan Hilang Saat Cari Kepiting di Pesisir Pasuruan

oleh -55 Dilihat
10adce02 5666 4203 82d5 18c9423e5c6e
Kapal Polairud melakukan penyisiran. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Pasuruan – Cuaca ekstrem masih menghantui nelayan pesisir Pasuruan. Seorang nelayan dilaporkan hilang saat mencari kepiting dengan menggunakan perahu pada Minggu (8/2) dini hari.

Korban diketahui bernama Suparto, 52, warga Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan yang saat itu berada di perairan pesisir Desa Kisik.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno menjelaskan, korban berangkat melaut seorang diri, namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang. Sehingga keluarga kemudian melaporkan hilangnya korban pada pemerintah desa setempat.

“Korban mencari kepiting di laut berangkat sore hari, tapi hingga malam tidak ada kabar dan melaporkan ke desa,” kata Edy, Selasa (10/2).

Edy menambahkan keberadaan korban sebenarnya sempat diketahui nelayan lain yang sedang melaut, melihat sebuah perahu terombang-ambing di perairan Kisik, Desa Kalirejo, Kraton. Mesin perahu itu hidup, namun tidak ada orang di perahu itu.

“Jadi mesinnya berjalan sendiri. Tanpa pengemudi, waktu itu ombak juga cukup besar karena angin sedang kencang,” ucapnya.

Pemerintah Desa Semare dan Kalirejo, Kecamatan Kraton, yang mengetahui ada nelayan hilang, langsung melakukan pencarian, didalam perahu ditemukan barang-barang pribadi korban yang masih utuh. Seperti, sandal dan rokok. Namun korban tidak ditemukan.

Menindaklanjuti laporan keluarga dan temuan perahu tersebut, Tim SAR gabungan mulai melakukan operasi pencarian korban hingga hari kedua belum ditemukan.

“Tim gabungan terdiri atas BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kota Pasuruan, Polairud Polres Pasuruan Kota, serta relawan dari warga sekitar,” jelasnya.

Koordinator TRC BPBD Kabupaten Pasuruan Imron Rosyadi menyampaikan, pencarian dilakukan sejak pagi meski terkendala cuaca, angin kencang dan hujan gerimis menjadi hambatan utama dalam proses penyisiran.

“Kami bersama-sama dengan BPBD Kota Pasuruan serta gabungan relawan mulai pagi mencari nelayan yang dilaporkan hilang. Sembari menunggu tim Basarnas, kami menyisir di area korban terakhir hilang,” terangnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.