Curhat Terakhir Kasir Alfamart: Kisah Keji Pembunuhan di Balik Rest Area KM 72

oleh -137 Dilihat
KORBAN DINA
Korban Dina Oktivani dan pelaku Heriyanto. (Foto Medsos)

KabarBaik.co- Kabut pagi menyelimuti Sungai Citarum di Dusun Munjul Kaler, Karawang, Selasa (7/10). Dari permukaan air yang tenang, warga dikejutkan pemandangan tak wajar. Sesosok tubuh perempuan muda mengambang. Hanya mengenakan celana hitam dan bra abu-abu. Tubuhnya sudah kaku. Wajahnya pucat. Warga pun geger.

Tak lama, polisi datang untuk mengevakuasi jasad itu. Dari hasil identifikasi diketahui bahwa perempuan itu adalah Dina Oktaviani, 21 tahun, seorang kasir Alfamart Rest Area KM 72 A Purwakarta. Begitu terungkap, sebagain warga mengenal Dina. Seorang gadis dengan senyum ramah menyapa setiap pelanggan, Kini, senyum itu meninggalkan kenangan tragis.

Kabarnya, tanggal penemuan mayat itu persis bersamaan dengan hari ulang tahun Dina. Dua hari sebelumnya, 5 Oktober, Dina masih bekerja. Informasi yang dihimpun, korban sempat menghubungi rekan kerjanya, Heryanto, 27 tahun, karyawan senior yang juga kepala bagian Alfamart itu. Tempat kerja yang sama.

Kepada Heryanto, Dina sering mencurahkan isi hati tentang masalah asmara yang tak kunjung selesai dengan seseorang laki-laki yang mencintainya. Heriyanto lalu mengundang Dina datang ke rumahnya, di Purwakarta. Namun, ajakan itu berujung petaka. Nyawa Dina  melayang. Bahkan, diduga menjadi korban pemerkosaan.

Menurut pengakuan Heriyanto yang kini telah ditahan polisi, pertemuan mereka diwarnai pertengkaran. Di tengah emosi yang meledak, Heryanto mencekik dan membekap Dina hingga tak bernyawa. Setelah memastikan korban tewas, ia diduga melakukan tindakan tak senonoh terhadap jasadnya. Tidak cukup itu, pelaku lantas mengambil barang-barang berharga milik korban. Dua unit HP, anting-anting dan cincin, hingga motor korban.

Untuk menghilangkan jejak, Heriyanto membungkus jasad Dina dengan kardus. Lalu, mengangkutnya ke aliran Sungai Citarum di kawasan Jatiluhur. Pelaku menggunakan mobil MPV rental. Beberapa barang seperti pakaian dan tas pelaku, dibakar dengan tujuan menghilangkan barang bukti.

Keesokan harinya, 6 Oktober, keluarga Dina mulai cemas. Gadis alumnus sebuah SMK itu tak kunjung pulang. Ponselnya pun tidak bisa dihubungi. Laporan orang hilang ke polisi pun dibuat. Baru pada Selasa pagi, 7 Oktober, misteri itu terbuka saat warga menemukan jasad mengambang di sungai. Polisi datang mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Karawang untuk identifikasi. Dari hasil pemeriksaan dan keterangan keluarga, jenazah itu dipastikan adalah Dina Oktaviani.

Jejak pelaku tak butuh waktu lama untuk ditemukan. Kurang dari 24 jam setelah mayat ditemukan, polisi menangkap Heryanto di Alfamart Rest Area KM 72 A, lokasi tempat keduanya bekerja. Di hadapan penyidik, pelaku mengakui semua perbuatannya. Polisi menyita ponsel, kendaraan, dan sejumlah barang bukti lain milik korban. Dari hasil pemeriksaan awal, motif pelaku disebut campuran antara masalah pribadi dan keinginan menguasai harta korban.

Kabar penangkapan Heriyanto tersebut segera menyebar. Warganet menyerbu akun media sosial yang diduga milik Heryanto, menuliskan ribuan komentar bernada geram. Unggahan-unggahan lama pelaku yang dulu berisi potret kehidupan biasa, kini menjadi ajang hujatan. Publik menuntut hukuman seberat-beratnya untuk pelaku, sementara pihak Alfamart telah menyampaikan duka cita dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

Kini, kasus Dina menjadi kisah kelam yang menyisakan luka bagi banyak orang. Sejatinya ia hanya seorang gadis muda yang bekerja keras mencari nafkah, namun justru kehilangan nyawa di tangan rekan yang dipercaya. Dari balik jeruji besi, Heryanto pun menunggu proses hukum dan mungkin penyesalan panjang. Sementara di Karawang, keluarga Dina menatap hening makam putri mereka, berharap keadilan bisa menenangkan arwahnya yang pergi terlalu cepat.

Kabar yang beredar di media sosial, Heriyanto sudah beristri dan memiliki seornag anak yang masih kecil. Beberapa warganet menyebut, istri Heriyanto juga dulu mantan pegawai minimarket. Spekulasi liar berkembang, pembunuhan dan dugaan pemerkosaan terhadap Dina situ bukan karena motif finansial alias ekonomi. Namun, ada kemungkinan faktor asmara. Sebagian netizen menduga, bisa jadi pelaku memaksa korban untuk menuruti hawa nafsunya. Namun ditolak korban hingga akhirnya pembunuhan terjadi.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan kepada wartawan menyatakan, pihaknya akan melimpahkan kasus tersebut ke Polres Purwakarta. Sebab, lokasi kejadian pembunuhan dan dugaan pemerkosaan tersebut berada di wilayah hukum Polres Purwakarta. “Dikarenakan lokasi kejadian awal tindak pidananya berada di wilayah hukum Purwakarta, untuk tersangka beserta barang bukti akan kita limpahkan ke Polres Purwakarta,” ujarnya Kamis (9/10). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.