KabarBaik.co – Pemerintah Kota Mataram terus mengantisipasi keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan mendorong Program Tempah Dedoro.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram sekaligus Plt Kepala Bappeda Kota Mataram Muhammad Ramadhani, mengatakan upaya pengurangan sampah dari sumbernya telah dilakukan sejak lama melalui pemilahan sampah organik dan nonorganik di tingkat rumah tangga. Namun, langkah tersebut dinilai belum efektif menekan volume sampah.
Karena itu, Pemkot Mataram mendorong Program Tempah Dedoro sebagai upaya edukasi masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Program ini dijalankan beriringan dengan rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta penggunaan teknologi insinerator.
“Memang hasilnya belum signifikan mengurangi sampah, sehingga program tersebut beriringan dengan pembangunan TPST dan Penggunaan Teknologi Incenerator dalam skala kecil. Lokasi TPS semakin terbatas dan ada penolakan.warga. Sehingga Kota Mataram akhirnya memandang kesepakatan dan kerjsama lintas wilayah yang di fasilitasi oleh Pemprov NTB untuk memperluas TPA Regional Kebon Kongok adalah satu satu nya pilihan solusi jangka pendek sembari edukasi dan pemasalan Tempah Dedoro,” ujarnya Minggu (25/1).
Keterbatasan lokasi TPS dan penolakan warga membuat kerja sama lintas wilayah untuk perluasan TPA Regional Kebon Kongok menjadi solusi jangka pendek. Kerja sama tersebut difasilitasi Pemprov NTB dan melibatkan Pemkot Mataram serta Pemkab Lombok Barat.
Dalam skema pembiayaan, disepakati pembagian anggaran 40 persen Pemprov NTB, 40 persen Pemkot Mataram, dan 20 persen Pemkab Lombok Barat, dengan dukungan anggaran pembebasan lahan dari Pemprov NTB.(*)









