Desa Gunungsari Kota Batu Jadi Sentra Penghasil Bunga Mawar Potong

oleh -1176 Dilihat
WhatsApp Image 2024 07 14 at 13.03.26
Bunga mawar potong sebelum dikirim. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Desa Gunungsari yang terletak di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, telah menjadi sentra penghasil bunga hias terbesar. Berkat lokasi geografisnya yang strategis dan kualitas tanah yang baik, desa ini berhasil menembus pasar di seluruh Indonesia.

Andira Rose Supplier merupakan salah satu pemasok besar bunga hias di desa ini. Setiap minggu mereka mengirimkan 1-3 koli bunga hias dengan total hingga 1.500 tangkai. Saat ini harga bunga mawar putih per tangkai berada di kisaran Rp 2 ribu, sedangkan bunga mawar merah Rp 3 ribu.

”Di momen-momen tertentu memang sangat ramai pesanan. Kami sering kebanjiran pesanan saat momen-momen seperti pernikahan, Natal, dan Imlek. Pada saat-saat ramai, pengiriman bisa meningkat hingga 4-5 koli,” kata Ninik Arifah, 60, pemilik Andira Rose Supplier, Minggu (14/7).

Bahkan, bunga mawar potong yang dikirimnya sudah meliputi hampir daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, hingga luar Jawa seperti Bali dan provinsi lain di tanah air.

Dari ramainya pasaran bunga potong, Ninik berharap Pemerintah Kota Batu dapat mendukung upaya keberlanjutan bisnis agrowisata di desa tersebut. Termasuk memberikan bantuan seperti alat kompres obat dan bibit.

“Desa Gunungsari membuktikan bahwa bunga hias bukan hanya indah untuk dilihat, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat,” tutur Ninik.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, petani di Kota Batu menghasilkan berbagai jenis tanaman hias. Beberapa di antaranya meliputi anggrek, anthurium bunga, bromelia, bugenvil, dracaena, hanjuang, herbras, krisan, mawar, pakis, palem, pedang-pedangan, philodendron, pisang-pisangan, soka, dan sri rejeki.

Menariknya, bunga mawar menempati urutan pertama dengan tingkat produksi tertinggi. Pada 2022 lalu terjadi peningkatan luasan panen bunga mawar dari 1.005.260 m² pada tahun 2021 menjadi 1.008.600 m².

Sementara itu, Desa Gunungsari selain dikenal sebagai sentra bunga mawar potong, juga dikenal sebagai tempat peternakan sapi perah. Bahkan, desa ini juga dikenal dengan wisata alam yang berbasis kearifan lokal, seperti Wisata Perah Susu Sapi Brau, dan Wisata Petik Bunga Mawar. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.