KabarBaik.co – Rekaman CCTV sebuah warung makan dekat Simpang Muning menunjukkan detik-detik kecelakaan bus Harapan Jaya yang terjadi pada Jumat (23/1) pukul 16.17 WIB.
Video berdurasi 28 detik tersebut menangkap setiap gerakan bus sebelum hingga saat kejadian. Rekaman itu menjadi bukti krusial bagi tim penyidik Polres Kediri Kota.
Pada detik ke 8 sampai 15, bus Harapan Jaya terlihat memasuki frame dari arah utara. Lampu lalu lintas di simpang menunjukkan sinyal merah, dan beberapa kendaraan sudah berhenti menunggu di jalur depan.
“Terlihat jelas pada video, bus tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengurangi kecepatan. Malah sebaliknya, ketika mendekati simpang sekitar 10 meter, bus tampak sedikit melaju lebih cepat dan mulai menyimpang dari jalur utamanya,” ujar Kasi Humas Polres Kediri Kota Kompol Heru Susanto saat memaparkan hasil analisis rekaman.
Pada detik ke 8 sampai 15 memperlihatkan bus dengan keras menabrak sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai oleh seorang wanita berkerudung biru. Tak berhenti di situ, bus menerjang mobil Daihatsu Xenia yang berada di jalur kanan, membuat mobil tersebut terpental dan menabrak sepeda motor Honda Scoopy yang sedang berada di depan.
Hanya dalam hitungan detik berikutnya, bus terus melaju hingga menghantam tembok depan rumah milik Supriyadi, 52. Bagian depan bus menembus sekitar 70 sentimeter ke dalam area pekarangan rumah, membuat tembok bata merah yang baru direnovasi roboh total.
Setelah bus berhenti pada detik ke-27, rekaman menunjukkan beberapa warga yang sedang makan di warung makan segera bangkit dan berlari ke lokasi kejadian. Beberapa orang terlihat membawa kursi dan kayu untuk membongkar bagian depan bus yang menyumbat pintu keluar, sementara yang lain segera menuju mobil dan motor yang terkena tabrakan untuk membantu korban.
“Saya baru saja menyajikan makanan untuk pelanggan ketika mendengar suara dentuman besar. Ketika keluar, saya langsung mengambil tenda darurat dari belakang warung untuk melindungi korban dari sinar matahari,” cerita Bu Siti Maryam, 41, pemilik warung makan yang memiliki CCTV yang menangkap kejadian.
Tim teknis dari Polres Kediri Kota bersama dengan pihak Dishub Provinsi Jawa Timur sedang melakukan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV, termasuk mengukur kecepatan bus saat kecelakaan dan memeriksa apakah ada faktor lain yang menyebabkan kehilangan kendali.
“Selain dugaan masalah pada sistem rem, kami juga sedang memeriksa apakah ada faktor kondisi jalan licin atau kelalaian pengemudi. Rekaman CCTV akan menjadi bukti utama dalam penyelidikan ini,” jelas Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan.
Saat ini, sebanyak 9 korban dengan berbagai tingkat keparahan luka masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Kediri dan RSUD Dr. Soetomo Kediri. Pihak perusahaan transportasi Harapan Jaya telah menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen untuk menanggung semua biaya pengobatan korban serta kerusakan yang ditimbulkan. (*)







