KabarBaik.co – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang tengah menyiapkan silabus pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dasar bagi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang.
Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto mengatakan, saat ini penyusunan silabus masih dalam tahap pembahasan. Materi yang disiapkan tidak hanya mencakup AI, tetapi juga pemanfaatan media sosial serta teknologi informasi dan komunikasi.
“Saat ini sedang dalam proses pembahasan untuk silabus materi pembelajaran tentang AI, pemanfaatan media sosial, serta teknologi informasi dan komunikasi. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah,” ujar Wiwid, sapaan akrab Muhammad Nur Widianto saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1).
Menurutnya, penyusunan silabus tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam memperkuat literasi digital sejak dini, khususnya bagi peserta didik Sekolah Rakyat yang memiliki latar belakang sosial dan kemampuan awal yang beragam.
Wiwid menjelaskan, inisiatif ini bertujuan untuk mengakrabkan pelajar Sekolah Rakyat dengan perkembangan teknologi, sekaligus membangun pola pikir kritis serta kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi digital.
Ia menilai, pemahaman teknologi sejak dini menjadi faktor penting dalam membentengi pelajar dari berbagai dampak negatif dunia maya. “Kalau anak-anak sudah memiliki pemahaman sejak awal, itu bisa mencegah mereka terpapar hal-hal negatif seperti hoaks, pornografi, judi daring, hingga perundungan di media sosial,” tegasnya.
Menurut Wiwid, usia pelajar SRMP berada pada fase krusial dalam pembentukan karakter dan cara berpikir. Oleh karena itu, pendekatan edukatif terkait teknologi harus dilakukan secara terarah dan bertanggung jawab.
Tak hanya menyiapkan silabus, Diskominfo Kota Malang juga menyatakan kesiapan untuk menerjunkan tim internal guna membantu proses penyampaian materi pembelajaran di sekolah.
Pendekatan pembelajaran akan disesuaikan dengan karakter peserta didik agar materi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami. “Harapannya tidak hanya sekali diterapkan, tetapi bisa dilakukan secara periodik dan berkelanjutan,” pungkas Wiwid. (*)







