Kabarbaik.co Nganjuk – Kabar tragis mengguncang Jombang dan Nganjuk setelah ditemukannya dua jasad perempuan di bekas asrama Polri di Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang.
Kedua korban diduga kuat adalah warga Dusun Kawedegan, Desa Balonggebang, Gondang, Nganjuk yang sebelumnya dilaporkan hilang.
“Ya memang itu ibu dan anak, warga Balonggebang Gondang,” ujar Kapolsek Gondang AKP Sugino dikonfirmasi Kabarbaik.co, Kamis (26/2).
Sebelum ditemukan, suami korban, Nuryanto, pada Rabu (25/2) siang mendatangi Polsek Gondang untuk membuat laporan berkaitan dengan kepergian istrinya, Sri Kusyanti, 36, yang membawa anaknya Naila, 5. Mereka dilaporkan pergi pada Selasa (24/2). Saat itu, Nuryanto datang bersama perangkat desa untuk melaporkan kepergian kedua orang tersayangnya.
“Dia (Nuryanto) datang ke Polsek bersama dengan perangkat desa, melaporkan hal itu. Namun saat dimintai keterangan anggota, belum sampai diketik, masih ditulis, mendapat telepon, katanya penting diminta ke Jombang,” jelas Sugino.
Begitu mendapat panggilan, Nuryanto langsung pamit berangkat ke Jombang tanpa sempat memberikan keterangan secara detail. Saat ditanya mengenai alasan kepergian istrinya, pria tersebut hanya menjawab tidak ada masalah khusus yang terjadi sebelum kepergian sang istri dan anaknya.
“Jadi ya belum sampai meminta keterangan secara detail dan rinci, hanya saya sempat bertanya istrinya pergi itu gara gara apa, dia (Nuryanto) menjawab tidak ada apa apa,” papar Sugino.
Beberapa saat kemudian, pihak Polsek Gondang dihubungi Satreskrim Polres Jombang terkait penemuan kedua jenazah. Petunjuk identitas korban semakin menguat setelah ditemukan sepeda motor Yamaha Vega dengan nomor polisi AG 5053 WO di sekitar lokasi kejadian, yang kemudian menjadi titik awal pengungkapan identitas korban.
“Perkiraan saya suaminya yang membuat laporan itu, mungkin masih sampai Kertosono, saya sudah dihubungi anggota polres Jombang,” tutur Sugino.
Dua jasad perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (25/2) dan telah dievakuasi ke kamar mayat RSUD Jombang untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Meskipun keluarga telah meyakini identitas korban, proses identifikasi terus berjalan meski secara ilmiah masih terkendala.
“Beberapa bagian sidik jari tidak bisa kami identifikasi karena kondisinya rusak,” ujar Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander.
Meski demikian, hasil penelusuran terhadap sepeda motor yang ditemukan mengarah pada laporan orang hilang yang dibuat oleh Nuryanto dua hari sebelum penemuan jasad. Pihak kepolisian menyatakan ada kecocokan antara data dari laporan hilang dengan temuan di lokasi kejadian.
“Dari hasil penyelidikan sementara, ada kecocokan antara laporan orang hilang dengan temuan di lapangan. Dugaan mengarah pada ibu dan anak tersebut,” kata Dimas.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian kedua korban serta memastikan identitas melalui proses forensik lanjutan. (*)






