Efisiensi Anggaran Dorong Lamongan Jadi Kabupaten dengan Desa Mandiri Terbanyak

oleh -83 Dilihat
IMG 20250830 WA0013
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK., saat menjadi pemateri kuliah tamu di Program Pascasarjana Universitas Airlangga.

KabarBaik.co – Kabupaten Lamongan kian meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola anggaran yang efisien sekaligus pencapaian pembangunan desa yang membanggakan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK., saat menjadi pemateri kuliah tamu di Program Pascasarjana Universitas Airlangga.

Dalam paparannya, Pak Yes menekankan bahwa kunci menghadapi keterbatasan anggaran, terutama akibat berkurangnya dana transfer daerah, adalah keberanian melakukan efisiensi. “Kami menekan belanja non-prioritas hingga 50 persen, termasuk biaya perjalanan dinas, rapat, maupun pengadaan yang tidak mendesak. Anggaran itu kemudian kami alihkan ke pos yang lebih produktif, terutama untuk investasi pembangunan desa,” ungkapnya, Sabtu (30/8).

Menurutnya, strategi efisiensi bukanlah sekadar memangkas belanja, melainkan mengarahkan anggaran agar tepat guna.
“Waktu itu bahkan kami meniadakan pembangunan yang tidak mendesak. Hanya kebutuhan darurat, seperti tabung oksigen di rumah sakit, yang tetap dipenuhi. Prinsipnya, kami belajar menggunakan setiap rupiah agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Hasil dari efisiensi tersebut kini dapat dirasakan. Lamongan bukan hanya mampu menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga mencatat capaian besar di bidang pembangunan desa. Dari total 462 desa, saat ini sudah ada 230 desa berstatus mandiri dan 223 desa berstatus maju. Artinya, tidak ada lagi desa di Lamongan yang berstatus berkembang.

Padahal, jika menengok ke belakang, pada 2022 jumlah desa mandiri di Lamongan baru mencapai 97 desa. Lonjakan signifikan ini, kata Yuhronur, lahir dari strategi kepemimpinan yang fokus pada pemetaan kebutuhan desa secara detail.

“Setiap desa kami petakan. Kami identifikasi kekurangannya—apakah sarana olahraga, pasar, akses jalan, atau fasilitas lainnya. Dari sana kami arahkan bantuan keuangan desa agar tepat sasaran. Dengan begitu, desa bisa segera naik status menjadi maju bahkan mandiri,” jelasnya.

Lebih jauh, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menuturkan bahwa kompetisi sehat antar-desa juga menjadi pemicu kemajuan. Desa-desa yang sudah mandiri memberi inspirasi sekaligus tantangan bagi desa lain untuk mengejar ketertinggalan.

“Desa-desa kita sekarang berkompetisi secara alamiah. Mereka ingin cepat naik kelas, dan itu menumbuhkan energi positif. Dengan dukungan pemerintah, pendampingan, dan pemanfaatan anggaran yang efisien, saya optimistis seluruh desa di Lamongan akan bisa berdiri mandiri,” pungkasnya.

Capaian Lamongan ini menjadi bukti bahwa efisiensi anggaran bukanlah keterbatasan, melainkan peluang untuk melahirkan inovasi dan mendorong pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.