KabarBaik.co– Perang dagang antara Amerika Serikat dan China mulai berdampak pada pelaku ekspor lokal, termasuk CV Cherry Blossom, eksportir kendang asal Blitar.
Meski tidak mengekspor ke Amerika, kebijakan global yang muncul akibat konflik dagang ini dinilai tetap memengaruhi pasar ekspor mereka, khususnya di China.
“Kalau kendang sendiri, kami memang tidak ekspor ke Amerika, tapi kebijakan ini tetap berimbas sampai ke China, yang merupakan salah satu pasar utama kami,” ujar Direktur CV Cherry Blossom Anik Sriati, Minggu (13/4).
Saat ini, perusahaan masih mengirimkan sekitar 4–5 kontainer kendang setiap bulan, dan belum ada gangguan signifikan terhadap permintaan. Namun, Anik menyebut pihaknya tetap waspada terhadap perkembangan situasi global.
“Untuk saat ini saya belum melihat dampaknya ke ekspor kendang ke China, dan semoga memang tidak ada,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang justru memberi keuntungan tersendiri. “Rupiah yang melemah membuat harga jual produk di luar negeri jadi lebih murah,” jelasnya.
Selain itu, Anik menekankan pentingnya pengolahan produk dalam negeri agar nilai tambah tidak hilang ke luar negeri. “Daripada mengekspor barang mentah, lebih baik diolah dan dijual di dalam negeri agar ikut menggerakkan perekonomian,” tutupnya.(*)