KabarBaik.co, Nganjuk – Kios milik Mbah Dinem, 55, di Pasar Warujayeng, Tanjunganom, Nganjuk, terbakar pada Rabu (1/4) malam. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, insiden kebakaran ini menyebabkan kerugian materi yang cukup besar bagi Mbah Dinem.
“Saya melihat ada anak-anak bermain petasan di sekitar pasar dan ada petasan yang menyala jatuh di dalam pasar, tak lama muncul api di belakang kios saya,” ujar Zaki, saksi mata yang berjualan di sekitar lokasi.
Setelah melihat nyala api yang mulai membakar tumpukan kardus dan kasur di dalam kios Mbah Dinem, Zaki segera berteriak meminta bantuan kepada sekitar. Tidak lama kemudian, salah satu penjual di pasar langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pos Tanjunganom untuk mendapatkan bantuan dari pihak pemadam kebakaran.
“Laporan masuk ke pihak pemadam kebakaran sekitar pukul 19.49 WIB dan personel serta armada tiba di lokasi hanya dalam waktu dua menit, tepat pukul 19.51 WIB,” jelas Kepala Dinas Damkarmat Nganjuk Imam Ashari.
Tim pemadam kebakaran langsung melakukan tindakan cepat untuk memadamkan api yang mulai menyebar. Setelah hampir satu jam penanganan, pemadaman api berhasil diselesaikan pada pukul 20.42 WIB. Kerugian materi yang diperkirakan dari kebakaran kios tersebut mencapai sekitar Rp 2 juta.
“Siaga satu Tanjunganom yang menerima laporan langsung merespons dan berangkat menuju tempat kejadian untuk melaksanakan pemadaman hingga api benar-benar padam dan aman,” tambah Imam.
Setelah kondisi lokasi dinyatakan aman, pihak berwenang tidak hanya melakukan pendataan kerusakan, tetapi juga memberikan imbauan penting kepada korban serta seluruh masyarakat setempat terkait bahaya bermain petasan di area ramai dan tempat usaha.
“Setelah pemadaman selesai, kami melakukan pendataan, memberikan imbauan kepada korban dan masyarakat setempat,” jelasnya menekankan pentingnya kesadaran akan risiko dari mainan yang bisa membahayakan.
Personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran antara lain dari Siaga 1 Tanjunganom beserta Armada 05, yang juga mendapatkan dukungan dari penjaga pasar dan warga sekitar yang membantu dalam proses evakuasi dan pengaturan akses lokasi. (*)







