Geprek Sakti, Ayam Goreng di Pasuruan yang Ramai Diserbu Pembeli Saat Ramadan

oleh -55 Dilihat
IMG 20260223 WA0078
Kedai ayam geprek di Pasuruan diserbu pembeli. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co, Pasuruan – Momen bulan suci Ramadan saat umat muslim banyak berburu makanan untuk berbuka puasa, dimanfaatkan seorang pengusaha properti asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, untuk membuka usaha ayam geprek. Harga yang dibandrol untuk setiap porsi berisi ayam goreng, nasi, dan sambal, hanya Rp 9 ribu saja.

Selain untuk mengembangkan usaha ayam geprek yang saat ini lagi buming di masyarakat, Fatimah, owner Geprek Sakti, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk beramal. Di luar Ramadan, dia juga rutin memberikan makanan dan minuman gratis kepada masyarakat setiap Jumat pagi.

Fatimah menyatakan, usaha ini merupakan terobosan dalam mengembangkan usaha ke dunia kuliner. “Kita lagi kembangkan usaha ke kuliner yang saat ini cukup digemari dengan ayam geprek. Kita juga sajikan sambal yang berbeda pada umumnya, lebih pedas dan terasa,” kata Fatimah.

Pada hari ini, Fatimah menyediakan seribu porsi yang ditargetkan habis sebelum waktu berbuka puasa. Ternyata kurang dari tiga jam stok sudah menipis. “Kita sediakan seribu porsi ternyata antusiasme masyarakat cukup tinggi. Saat ini hanya tinggal seratusan porsi yang tersedia,” ucapnya.

Selain menu andalan ayam geprek dengan sambal bawang, dia juga menyediakan menu lainnya berupa lalapan, nasi goreng, bakmie ayam. “Kita juga menyajikan menu lainnya biar konsumen bisa merasakan kuliner lain yang disajikan,” terangnya.

Salah satu pembeli, Sugiat menyatakan, membeli ayam Geprek Sakti merupakan kesukaan keluarganya. “Keluarga sangat suka ayam goreng dan ini sensasi terbaru dengan sambal bawang yang pedasnya poll,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.