Gus Iqdam Terpukau Drone Karya Santri: Siap Kirim Murid Belajar IT ke Pesantren Al-Yasmin

oleh -200 Dilihat
GUS IQDAM
Gus Iqdam (kanan) bersama H. Helmy M. Noer, pengasuh Pesantren Digitalpreneur Al-Yasmin.

KabarBaik.co, Surabaya- Langit di atas Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya mendadak berubah benderang oleh atraksi teknologi tingkat tinggi. Malam itu (5/4), pendakwah milenial Muhammad Iqdam Kholid atau akrab disapa Gus Iqdam bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, secara resmi meluncurkan program Talenta Digital Santri dengan sebuah pertunjukan spektakuler. Yakni, konfigurasi 21 drone yang membentuk berbagai simbol sakral dan pesan kebangsaan.

Ribuan jemaah yang memadati area pesantren pun dibuat terpukau saat drone-drone tersebut menari di angkasa, membentuk formasi bertuliskan Lafadz Allah, Muhammad, logo Al-Yasmin, hingga tulisan Gubernur Khofifah, Wagub Emil Dardak, dan ST Nyell. Atraksi tersebut menandai babak baru bagi dunia pesantren yang kini mulai merambah ekosistem digital secara serius.

Dalam sambutannya, Gus Iqdam mengaku takjub karena pertunjukan drone tersebut ternyata merupakan karya santri alumni Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo.

“Saya baru pertama kali ini melihat drone, dan hebatnya lagi justru itu karya santri. Jadi, santri itu memang harus bisa jadi apa saja. Mau jadi Gubernur yang santri bisa, jadi pendakwah kaum garangan seperti saya bisa. Santri harus berakhlak, tapi teknologinya juga wajib maju,” ujar pengasuh Majelis Taklim Sabilut Taubah tersebut.

Gus Iqdam bahkan berkomitmen untuk mengirimkan santrinya belajar ke Pesantren Digipreneur Al-Yasmin agar melek IT dan media sosial. Menurutnya, dakwah yang relevan dengan zaman adalah dakwah yang menggabungkan kedalaman ilmu agama dengan kecanggihan teknologi—sebuah model santri “canggih” yang tetap membumi.

Tak hanya bicara teknologi, Gus Iqdam memberikan wejangan spiritual mendalam tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablumminannas). Dia mengingatkan bahwa seseorang bisa menjadi “bangkrut” atau pailit di akhirat meskipun memiliki pahala salat dan zakat yang melimpah, jika mulut dan tindakannya menyakiti sesama.

GUS IQDAM2
Acara peluncurkan program Talenta Digital Santri di Pesantren Al-Yasmin Surabaya, Minggu (5/4) malam

“Hidup dengan manusia itu berpotensi membuat kita bangkrut pahala kalau tidak sabar. Rasulullah mengingatkan, orang yang pailit adalah mereka yang membawa pahala besar tapi kebaikannya habis diberikan kepada orang yang pernah disakiti atau didzaliminya,” tegasnya.

Wagub Emil Dardak, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi langkah Al-Yasmin dalam memadukan nilai-nilai pesantren dengan kebutuhan Generasi Z. “Ibu Gubernur meyakini pesantren ini akan menyambungkan akar tradisi dengan aransemen digital. Malam ini kita melihat buktinya, teknologi digital bisa digunakan untuk memuliakan nama Allah dan Muhammad dengan sangat indah,” tutur Emil.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, H. Helmy M Noor menjelaskan bahwa program ini adalah wadah edukasi untuk membekali santri dengan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship) dan literasi digital tanpa meninggalkan kaidah keislaman.

“Tujuannya jelas: menjadikan santri sebagai pemain utama dalam ekonomi kreatif global. Gubernur Khofifah sangat tegas ingin anak muda Jatim menguasai ekosistem teknologi, dan kami hadir untuk memastikan santri menjadi agen perubahan tersebut,” katanya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Bank Indonesia, Bank Jatim, Kepala Kemenag Jatim, BPP Masjid Agung Surabaya (MAS), serta perwakilan PWNU Jatim, yang menandakan dukungan kuat berbagai sektor terhadap transformasi digital di kalangan kaum sarungan alias santri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.